Trump Tawarkan Iran Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Disertai Peringatan Tegas

- Jumat, 20 Februari 2026 | 01:30 WIB
Trump Tawarkan Iran Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Disertai Peringatan Tegas

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengajak Iran untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) dalam rapat perdana dewan tersebut di AS. Dalam pernyataannya yang tegas, Trump memberikan pilihan kepada Iran: bergabung dalam upaya perdamaian atau menghadapi konsekuensi serius. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pemimpin negara anggota dewan, Jumat (20/2/2026), dan mengisyaratkan tekanan diplomatik baru terhadap kebijakan luar negeri Tehran.

Ajakan Terbuka dan Peringatan Tegas

Dalam pidatonya, Trump secara langsung menawarkan jalan bagi Iran untuk terlibat dalam proses diplomatik yang sedang berjalan. Namun, ajakan itu dibarengi dengan nada peringatan yang jelas, menciptakan dinamika antara peluang dan ancaman. "Sekaranglah saatnya bagi Iran untuk bergabung dengan kita di jalan yang akan menyelesaikan apa yang sedang kita lakukan," tutur Trump.

Ia kemudian melanjutkan dengan kalimat yang memperjelas dua skenario yang mungkin terjadi. "Jika mereka bergabung dengan kita, itu akan bagus, dan jika tidak, itu juga akan bagus, tetapi itu akan menjadi jalan yang sangat berbeda," tegasnya.

Kekhawatiran atas Stabilitas Kawasan

Di balik ajakan tersebut, Trump menyampaikan kekhawatiran mendalam yang sering diungkapkan oleh pemerintahan AS dan sekutu-sekutunya mengenai peran Iran di kawasan Timur Tengah. Presiden AS itu menilai bahwa tindakan Tehran dinilai telah mengganggu keseimbangan yang rapuh.

"Mereka tidak dapat terus mengancam stabilitas seluruh kawasan," imbuhnya, menegaskan posisi yang menjadi dasar tekanan terhadap negara tersebut.

Ultimatum untuk Membuat Kesepakatan

Mengakhiri seruannya, Trump memberikan ultimatum yang gamblang kepada pemerintah Iran. Ia mendesak agar Tehran segera mengambil langkah konkret menuju kesepakatan, dengan implikasi yang tidak diinginkan jika permintaan itu diabaikan.

"Mereka harus membuat kesepakatan. Hal-hal buruk akan terjadi jika tidak," ucap Trump, menutup pernyataannya dengan nada yang tidak meninggalkan ruang untuk ambiguitas mengenai potensi eskalasi situasi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar