Suasana mencekam masih menyelimuti Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pasca insiden nahas yang menimpa sebuah bus. Kecelakaan itu, yang terjadi Senin (22/12) lalu, memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Tercatat, 16 orang penumpang meregang nyawa, sementara 18 lainnya berhasil selamat dari maut.
Bus PO Cahaya Trans itu terlibat dalam kecelakaan maut. Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk bergerak. Mereka segera melakukan gelar perkara dan menetapkan sejumlah tersangka. Yang menarik dan cukup mengejutkan adalah fakta bahwa bus tersebut ternyata beroperasi tanpa izin trayek yang sah.
Di sisi lain, ada masalah lain yang terungkap dari penyelidikan. Sopir bus, Gilang (22), disebut-sebut memiliki jam terbang yang sangat minim. Konon, ia hanya diuji kemudinya untuk keluar-masuk garasi sebelum akhirnya langsung ditugaskan mengangkut puluhan penumpang. Sebuah risiko besar yang berakhir petaka.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Muhammad Syahduddi, mengonfirmasi penetapan tersangka tersebut.
"Tadi sore penyidik juga sudah melakukan gelar perkara untuk menetapkan supir daripada ataupun pengemudi dari bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan tersebut sebagai tersangka,"
Ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Tim DVI Biddokkes Polda Jateng pun telah bekerja keras mengidentifikasi ke-16 korban meninggal. Sementara itu, proses hukum terus berjalan. Gilang, sang sopir, dijerat dengan Pasal 310 Ayat 2, 3, dan 4 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Ancaman hukuman baginya bisa mencapai enam tahun penjara.
Namun begitu, sorotan tidak hanya pada pengemudi. Direktur Utama PT Cahaya Pariwisata Transportasi juga ikut ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menduga ada kelalaian serius dari pihak perusahaan yang turut berujung pada tragedi ini. Dari keterangan empat saksi, termasuk penumpang yang selamat, gambaran kelalaian itu semakin jelas.
Ini adalah cerita pilu tentang sistem yang gagal. Bus tanpa izin, sopir yang belum berpengalaman, dan puluhan nyawa yang akhirnya menjadi taruhannya. Sebuah kombinasi mematikan di jalan tol yang seharusnya aman.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Investor AS, Kenang Peran Historis Amerika di Indonesia
Kuli Bangunan Diamankan di Cilegon Terkait Pencurian Motor di Grogol
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter
Warga Tapanuli Selatan Jalani Sahur Pertama Ramadan di Tenda Pengungsian