MURIANETWORK.COM - Penegak hukum menghadapi kendala serius dalam menindak pengguna zat etomidate yang dicampurkan ke dalam rokok elektrik atau vape. Kendala utama adalah belum tersedianya alat uji cepat (test kit) untuk mendeteksi zat anestesi tersebut dalam tubuh seseorang, sehingga penyidik kesulitan melacak pengguna yang tidak tertangkap tangan membawa barang bukti.
Kendala Operasional di Lapangan
Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, mengakui bahwa penindakan terhadap peredaran vape etomidate masih terus berjalan. Namun, upaya itu terbentur pada persoalan teknis yang mendasar. Tanpa alat deteksi yang memadai, proses hukum menjadi tidak sederhana.
“Penindakan sampai hari ini masih tetap berlanjut. Namun masih ada satu persoalan di situ, belum ada lembaga yang mengeluarkan test kit-nya,” ungkap Zulkarnain dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) di gedung BNN RI, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, saat ini polisi hanya dapat bertindak jika berhasil menyita vape yang terbukti mengandung etomidate sebagai barang bukti. Sayangnya, pendekatan ini memiliki celah besar. Para pengguna yang sudah menghabiskan atau tidak membawa barang bukti sulit untuk dilacak dan diproses secara hukum.
“Kalau yang sudah menggunakan (tapi) tidak memegang barang bukti (tidak bisa ditindak). Karena test kit-nya, tes urin-nya belum ada, maka tidak bisa kita tracing,” jelasnya lebih lanjut.
Upaya Mengatasi Kelangkaan Alat Uji
Menyikati hambatan ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah administratif. Mereka secara resmi telah mengajukan permohonan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Inti permohonan itu adalah meminta kemudahan regulasi terkait pengadaan bahan baku dan proses produksi alat tes deteksi etomidate di dalam negeri.
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas