Redaksi TVRINews
Jakarta – Asap mengepul dari sebuah lokasi di Jakarta, menandai akhir perjalanan panjang barang bukti kejahatan. Badan Narkotika Nasional (BNN RI) baru-baru ini memusnahkan puluhan ribu gram narkotika hasil pengungkapan lima kasus terpisah. Totalnya mencapai 102.369,90 gram. Angka yang fantastis dan mengerikan.
Dari tumpukan barang bukti itu, sabu-sabu mendominasi dengan berat 100.531,70 gram. Lalu ada ganja seberat 889 gram. Yang juga mengkhawatirkan, BNN turut menghancurkan 990 mililiter cairan dan 953,30 gram padatan MDMB-4EN-PINACA, sejenis tembakau sintetis berbahaya.
“Jenis barang bukti berupa sabu, ganja serta tembakau sintetis yang berasal dari pengungkapan clandestine lab,” jelas Plt. Deputi Pemberantasan Narkoba BNN RI, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan.
Menurut Roy, kelima kasus yang berhasil diungkap ini berasal dari Aceh, Banten, dan tentu saja DKI Jakarta. Sepuluh tersangka telah diamankan dalam operasi tersebut.
Nah, proses pemusnahan ini bukan dilakukan sembunyi-sembunyi. Sebagai bentuk transparansi, acara itu disaksikan langsung oleh jajaran BNN, aparat penegak hukum, perwakilan kementerian, dan bahkan unsur masyarakat. Ini adalah bagian dari strategi besar P4GN Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Intinya, mereka ingin publik melihat komitmen nyata.
Di sisi lain, BNN terus mendorong peran serta masyarakat. Imbauannya jelas: lawan narkoba mulai dari lingkungan terkecil. Setiap indikasi penyalahgunaan harus dilaporkan melalui Call Center 184. Partisipasi aktif publik dianggap kunci untuk mewujudkan mimpi Indonesia Bersinar bersih dari narkoba.
Seriuskah ancamannya? Sangat. BNN menilai kejahatan narkotika bukan hanya masalah hukum, tapi ancaman moral yang bisa menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa. Pemusnahan massal seperti ini adalah langkah tegas untuk menyelamatkan generasi penerus.
“BNN telah berhasil menyelamatkan potensi penyalahgunaan narkotika terhadap kurang lebih 401.460 orang,” tandas Roy Hardi.
Angka penyelamatan itu mungkin yang paling penting. Lebih dari sekadar gram yang dimusnahkan, tetapi nyawa-nyawa yang berhasil dijauhkan dari jerat barang haram tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Banjir Susulan Terjang Tapanuli Tengah, Sepuluh Kecamatan Porak-poranda
Mendag Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Pangan
Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap OTT Kasus Dugaan Gratifikasi Proyek Irigasi Rp 1,6 Miliar
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H/2026 M untuk Wilayah Medan dan Sekitarnya