Jakarta, Rabu siang yang cerah. Di sebuah ruang sosialisasi di Kantor Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini membeberkan gambaran sehari-hari yang akan dijalani siswa di SMA Unggul Garuda Baru. Sekolah ini, yang rencananya beroperasi penuh tahun ajaran 2026/2027, memang tak biasa. Semua siswanya akan tinggal di asrama. Lantas, seperti apa rutinitas mereka dari bangun tidur sampai terlelap lagi?
“Pagi sekitar jam 4.30 ibadah dahulu, bersih-bersih dan seterusnya,” ujar Ardi, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, dalam acara Sosialisasi PPDB beberapa waktu lalu.
Ya, hari dimulai sangat pagi. Setelah ibadah dan merapikan diri, para siswa akan sarapan sebelum aktivitas belajar formal dimulai pukul 7.30. Menurut Ardi, rangkaian aktivitas pagi ini bukan cuma soal mengisi perut, tapi lebih pada pembentukan disiplin. Sekolah berlangsung hingga sekitar pukul tiga sore, dengan jeda untuk istirahat dan tentu saja, ibadah lagi di siang hari.
Namun begitu, belajar tak berhenti saat bel pulang berbunyi. Sore harinya, waktu diisi dengan kegiatan lain. Bisa mengerjakan proyek pembelajaran, atau sekadar berkumpul bersama teman satu asrama. Di sini juga ada pembinaan religi yang lebih intens. “Sampai mereka nanti istirahat, seluruh kehidupan mereka di asrama,” tutur Ardi. Intinya, pendidikan berlangsung 24 jam.
Untuk mendukung semua itu, sekolah ini mengadopsi tiga kurikulum sekaligus. Agak ambisius, tapi itulah konsepnya. Pertama, Kurikulum IB-DP (International Baccalaureate Diploma Programme) yang bertaraf internasional, dirancang buat mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Lalu ada Kurikulum Penguatan STEM yang fokus pada sains, teknologi, teknik, dan matematika. Tak ketinggalan, Kurikulum Pengembangan Karakter yang memang menjadi roh utama sistem sekolah berasrama ini.
“Untuk kurikulum SMA Unggul Garuda Baru melakukan pengayaan kurikulum nasional dengan Kurikulum IB-DP, Kurikulum penguatan STEM, dan Kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama,” jelas Ardi dalam kesempatan terpisah, Kamis, 12 Februari 2026.
Nah, buat yang berminat, pendaftaran sudah dibuka sejak 5 Februari dan akan ditutup 7 Maret 2026. Prosesnya cukup ketat. Selain harus WNI dan masih duduk di kelas 9 SMP, calon siswa diutamakan dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Mereka juga harus siap tinggal di asrama dan mengikuti semua program.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
- Scan nilai rapor SMP semester 1 sampai 5.
- Akta kelahiran atau surat keterangan lahir resmi.
- Bagi keluarga tidak mampu, perlu bukti keikutsertaan program pemerintah seperti PIP, PKH, KKS, atau sejenisnya.
- Usulan kurasi prestasi akademik di bidang STEM dari sekolah asal ke Puspresnas.
- Bersedia membantu pemutakhiran data Dapodik dan e-rapor jika diperlukan.
- Surat pernyataan bersedia tinggal di asrama dan ikut seluruh program.
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Secara umum, selain syarat administratif tadi, usia maksimal adalah 21 tahun per 1 Juli 2026. Kriteria khususnya lebih menantang: nilai Bahasa Indonesia, Inggris, dan Matematika minimal 85 untuk semester 1-5, plus punya prestasi STEM yang sudah dikurasi Puspresnas.
Jalur Seleksinya Panjang
- Pengumuman & Sosialisasi: Jan-Feb 2026.
- Pendaftaran & Unggah Dokumen: 5 Feb - 7 Mar 2026.
- Tes Potensi & Akademik: 31 Maret 2026.
- Wawancara: 14 April 2026.
- Pemeriksaan Kesehatan: 21-28 April 2026.
- Pengumuman Akhir: 30 April 2026.
- Orientasi: Pekan ketiga Mei 2026.
Jadi, tertarik mencoba? Sekolah ini jelas bukan untuk semua orang. Butuh disiplin tinggi, kemampuan akademik solid, dan kesiapan hidup mandiri jauh dari rumah. Tapi bagi yang sanggup, ini bisa jadi pintu menuju masa depan yang cukup berbeda.
Artikel Terkait
Pengacara Ariyanto Bakri Dituntut 17 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Minyak Goreng
KPK Tunda Pemeriksaan Mantan Menshub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Suap Perkeretaapian
Mahasiswa STIK Salurkan 70 Sapi untuk Jaga Tradisi Meugang Korban Bencana Aceh
Satpol PP DKI Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan yang Langgar Aturan Ramadan