Polisi akhirnya meringkus seorang pelaku pencurian sepeda motor di Jakarta Barat. Aksi nekat itu terjadi di Jalan dr. Susilo Raya, wilayah Grogol Petamburan. Bukan cuma satu, tapi dua motor yang berhasil dicuri.
Kepala Unit Reskrim Polsek setempat, AKP Alexander Tengbunan, membeberkan kronologinya. "Tim Opsnal kami berhasil mengamankan dua motor dan satu pelaku yang berinisial S, 31 tahun, laki-laki," ujarnya pada Rabu lalu.
Menurut Alex, peran S dalam jaringan ini adalah sebagai joki. Tugasnya membawa motor hasil curian ke tempat lain.
Modusnya begini. Motor korban awalnya diparkir di depan Kantor Pos di jalan itu. Pelaku lain, yang masih buron dan berinisial H, mengintai. Begitu melihat situasi sepi dan ada celah, H langsung bergerak. Dengan kunci leter T, dia merusak kendaraan lalu membawanya kabur.
"Merusak motor korban, kemudian langsung membawa motor tersebut kabur ke daerah Banten," jelas Alex.
Nah, di sinilah S masuk. Usai motor "dipetik", H menyuruh S untuk mengantarkan barang curian itu ke Banten. Rupanya, perjalanan barang haram itu tidak berjalan mulus.
Korban yang menyadari motornya hilang segera melapor. Dari laporan itulah polisi menyusuri jejak. Penyidikan digulirkan cepat. Hasilnya, mereka berhasil menangkap S di Cilegon, Banten, tepat sehari setelah kejadian, pada Jumat (13/2).
Sementara itu, rekan kerjanya, si H, masih dicari hingga berita ini diturunkan.
Dari pemeriksaan, motif pelaku ternyata klasik: ekonomi. S yang bekerja sebagai buruh mengaku sangat membutuhkan uang. Desakan itulah yang mendorongnya nekat jadi joki motor curian.
Akibat ulahnya, kini S terancam pasal berat. Dia disangkakan dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Menunggu proses hukum berikutnya, polisi masih berburu sang eksekutor yang masih kabur.
Artikel Terkait
Mahasiswa STIK Salurkan 70 Sapi untuk Jaga Tradisi Meugang Korban Bencana Aceh
Satpol PP DKI Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan yang Langgar Aturan Ramadan
Raja Denmark Kunjungi Greenland untuk Perkuat Ikatan di Tengah Latar Belakang Ketegangan AS
Pengamat Soroti Benturan Nilai dan Politik sebagai Akar Disorientasi Kabinet