Lebih lanjut, Satriadi menjelaskan bahwa pengawasan di taman-taman di Ibu Kota tetap berjalan secara konsisten. Patroli dilakukan untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan fasilitas umum dan aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat sekitar. Ia menambahkan bahwa penjagaan semacam ini merupakan bagian dari upaya preemtif menjaga ketertiban.
Ketika ditanya mengenai durasi pengawasan, ia menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara terus-menerus, termasuk untuk menangkal isu-isu serupa di lokasi lain.
"Oh, suka, suka (monitor 24 jam). Kayak kemarin di Jakarta Barat yang ada isu-isu LGBT, itu sampai sekarang kita masih jaga," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Satriadi mengimbau peran aktif warga dalam menjaga ketertiban. Masyarakat diharapkan dapat turut serta melaporkan setiap kegiatan yang dinilai melanggar norma atau mengganggu kenyamanan umum di ruang-ruang publik, menciptakan sistem pengawasan yang kolektif.
Artikel Terkait
Kementerian China Desak Pengguna iPhone dan iPad Segera Perbarui iOS untuk Hindari Eksploitasi Aktif
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan
Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Usai Ditolak Rujuk, Satu Tewas
Presiden Prabowo Berduka dan Kecam Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Misi PBB Lebanon