Bagi umat Islam di seluruh dunia, Ramadan adalah bulan yang dinanti. Tapi tahukah kamu? Lama waktu berpuasa di bulan suci ini ternyata tak sama di setiap tempat. Ya, durasi puasa Ramadan 2026 akan sangat bervariasi, tergantung di belahan bumi mana seseorang tinggal.
Ini semua bermuara pada posisi geografis dan panjang siang hari di wilayah tersebut. Prinsipnya sederhana: puasa dijalankan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Nah, rentang waktu antara dua peristiwa alam inilah yang bisa memanjang atau memendek, dipengaruhi lokasi dan musim yang sedang berlangsung.
Menurut laporan Al Jazeera, penyebab utamanya adalah variasi panjang siang hari di berbagai penjuru bumi. Negara-negara yang letaknya lebih dekat ke kutub utara atau selatan, seringkali mengalami siang yang jauh lebih lama. Imbasnya, waktu menahan lapar dan dahaga pun ikut bertambah panjang.
Fenomena alam ini tak lepas dari rotasi bumi dan kemiringan sumbunya terhadap matahari. Jadi, saat Ramadan jatuh pada suatu periode tertentu, negara di belahan bumi utara bisa merasakan puasa yang lebih lama. Di sisi lain, saudara-saudara kita di belahan selatan justru menikmati durasi yang lebih singkat. Situasi ini bisa terbalik di waktu lain, lho.
Lalu, mana saja negara dengan durasi puasa paling ekstrem? Merujuk data dari IslamicFinder, berikut perbandingannya untuk Ramadan 2026.
Negara dengan Puasa Terlama: Menantang di Bawah Matahari Kutub
Bayangkan harus berpuasa lebih dari 14 jam sehari. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh muslim di Eropa Utara dan wilayah sekitarnya, terutama menjelang akhir Ramadan 2026. Waktu siang yang membentang panjang membuat durasi ibadah mereka jadi sangat lama.
Ini daftar kota dengan durasi puasa terpanjang:
- Nuuk, Greenland: 15 jam 3 menit
- Reykjavik, Islandia: 15 jam 3 menit
- Oslo, Norwegia: 14 jam 34 menit
- Stockholm, Swedia: 14 jam 31 menit
- Helsinki, Finlandia: 14 jam 31 menit
- Glasgow, Skotlandia: 14 jam 18 menit
- Dublin, Irlandia: 14 jam 7 menit
- Berlin, Jerman: 14 jam 4 menit
- Amsterdam, Belanda: 14 jam 3 menit
- Warsaw, Polandia: 14 jam 3 menit
Dan durasi ini bahkan cenderung meningkat seiring berjalannya waktu. Menjelang akhir Ramadan, matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat di sana.
Di Lain Pihak, Puasa yang Relatif Lebih Singkat
Sementara itu, suasana berbeda dirasakan di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa. Wilayah Asia Tenggara, sebagian Afrika, dan Amerika, mencatat durasi puasa yang lebih cepat. Dekatnya dengan ekuator membuat panjang siang hari mereka relatif stabil sepanjang tahun.
Berikut ini daftarnya:
- Los Angeles, AS: 13 jam 14 menit
- Nairobi, Kenya: 13 jam 15 menit
- Mogadishu, Somalia: 13 jam 15 menit
- Addis Ababa, Ethiopia: 13 jam 15 menit
- Kuala Lumpur, Malaysia: 13 jam 15 menit
- Jakarta, Indonesia: 13 jam 16 menit
- Colombo, Sri Lanka: 13 jam 16 menit
- Paris, Prancis: 13 jam 16 menit
- Luanda, Angola: 13 jam 17 menit
- Bangkok, Thailand: 13 jam 17 menit
Meski disebut 'lebih singkat', angka 13 jam lebih tetaplah bukan waktu yang sebentar. Ini menunjukkan bahwa tantangan berpuasa, di mana pun, tetap ada. Perbedaannya hanya terletak pada berapa lama matahari bersinar di langit.
Artikel Terkait
AHY Tekankan Harmoni dan Infrastruktur Berkeadilan dalam Perayaan Imlek di Batam
Korlantas Polri Kerahkan Personel Awasi Truk Parkir di Bahu Tol Saat Imlek 2026
Jalan Demak-Semarang Terputus Total Akibat Ambles, Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Pantura
Kapolda Riau Tinjau Festival Budaya dan Perkenalkan Green Policing di Meranti