Bagi umat Islam di seluruh dunia, Ramadan adalah bulan yang dinanti. Tapi tahukah kamu? Lama waktu berpuasa di bulan suci ini ternyata tak sama di setiap tempat. Ya, durasi puasa Ramadan 2026 akan sangat bervariasi, tergantung di belahan bumi mana seseorang tinggal.
Ini semua bermuara pada posisi geografis dan panjang siang hari di wilayah tersebut. Prinsipnya sederhana: puasa dijalankan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Nah, rentang waktu antara dua peristiwa alam inilah yang bisa memanjang atau memendek, dipengaruhi lokasi dan musim yang sedang berlangsung.
Menurut laporan Al Jazeera, penyebab utamanya adalah variasi panjang siang hari di berbagai penjuru bumi. Negara-negara yang letaknya lebih dekat ke kutub utara atau selatan, seringkali mengalami siang yang jauh lebih lama. Imbasnya, waktu menahan lapar dan dahaga pun ikut bertambah panjang.
Fenomena alam ini tak lepas dari rotasi bumi dan kemiringan sumbunya terhadap matahari. Jadi, saat Ramadan jatuh pada suatu periode tertentu, negara di belahan bumi utara bisa merasakan puasa yang lebih lama. Di sisi lain, saudara-saudara kita di belahan selatan justru menikmati durasi yang lebih singkat. Situasi ini bisa terbalik di waktu lain, lho.
Lalu, mana saja negara dengan durasi puasa paling ekstrem? Merujuk data dari IslamicFinder, berikut perbandingannya untuk Ramadan 2026.
Negara dengan Puasa Terlama: Menantang di Bawah Matahari Kutub
Bayangkan harus berpuasa lebih dari 14 jam sehari. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh muslim di Eropa Utara dan wilayah sekitarnya, terutama menjelang akhir Ramadan 2026. Waktu siang yang membentang panjang membuat durasi ibadah mereka jadi sangat lama.
Ini daftar kota dengan durasi puasa terpanjang:
Artikel Terkait
Dendam Tetangga Terungkap sebagai Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik
Gubernur Sulsel Resmikan Kerja Sama PSEL Rp 3 Triliun di Makassar
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri