Banjir Tembalang Semarang Rendam Ratusan KK, Drainase Dinyatakan Kewalahan

- Senin, 16 Februari 2026 | 14:05 WIB
Banjir Tembalang Semarang Rendam Ratusan KK, Drainase Dinyatakan Kewalahan

MURIANETWORK.COM - Kawasan Tembalang di Semarang dilanda banjir pada Senin (16/2/2026) dini hari, menyebabkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sejak sekitar pukul 02.00 WIB, di mana sistem drainase setempat tidak mampu lagi menampung luapan air sehingga menggenangi sejumlah permukiman padat penduduk.

Penyebab dan Kronologi Banjir

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, hujan deras yang mengguyur wilayah kota menjadi pemicu utama. Kapasitas saluran air yang ada kewalahan menghadapi tingginya debit air, yang akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, menjelaskan kondisi tersebut. "Hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang, dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga aliran air meluap dan menggenangi area permukiman," jelasnya dalam laporannya.

Lokasi dan Jumlah Warga Terdampak

Genangan air menyebar ke beberapa titik permukiman di Tembalang. Wilayah yang paling parah terdampak antara lain Perumahan Argo Residence, Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, serta kawasan di Kelurahan Meteseh dan Rowosari.

Endro memaparkan rincian korban di beberapa titik. "Di Perumahan Argo Residence, banjir merendam RT 7 dan RT 8 RW 7 dengan total 50 KK atau 160 jiwa terdampak. Sementara di Grand Batik Semarang tercatat 13 KK atau 33 jiwa terdampak," ungkapnya.

Sementara itu, di Perumahan Dinar Indah RW 26, Kelurahan Meteseh, tercatat 31 KK yang harus berhadapan dengan genangan. Dampak terbesar terjadi di RW 1 Kelurahan Rowosari, di mana banjir mengganggu kehidupan sekitar 200 KK atau setara dengan 500 jiwa.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman terhadap fenomena cuaca ekstrem dan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pengendali banjir di daerah tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar