"Di satu sisi pemerintah mendapat rekomendasi penting dari kampus mengenai pengolahan sampah hingga di kelurahan. Di sisi lain, Kampus juga menjalankan hilirisasi riset sehingga hasil penelitian bisa diaplikasikan dalam ruang kebijakan dengan manfaat lebih besar,"
Tak cuma mendukung, Eddy bahkan menawarkan diri jadi fasilitator. Perannya ingin menjembatani rekomendasi hasil riset kampus dengan kebijakan nyata yang akan diambil pemerintah.
Secara khusus, Wakil Ketua Umum PAN ini juga menyoroti langkah Prabowo menerbitkan Perpres 109 tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy/WTE). Aturan ini, diyakininya, bisa jadi terobosan signifikan.
"Kami berharap komitmen kuat Presiden Prabowo terhadap masalah sampah ini diikuti dengan kebijakan yang seiring sejalan dari pejabat terkait di pusat hingga daerah agar permasalahan sampah bisa terselesaikan dan terkelola dengan baik,"
Begitulah harapannya. Semua pihak, dari pusat sampai daerah, perlu bergerak bersama agar sampah tak lagi jadi masalah yang berlarut-larut.
Artikel Terkait
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor