MURIANETWORK.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mendorong percepatan realisasi konsep Nusa Penida sebagai 'Green Island' atau pulau hijau yang terintegrasi. Dorongan ini disampaikan dalam Dialog Potensi Wisata di Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (16/2/2026), di mana Bima menilai pulau tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi berkelanjutan, sekaligus mengingatkan pentingnya pembenahan infrastruktur untuk memenuhi ekspektasi wisatawan.
Nusa Penida: 'Hidden Paradise' yang Perlu Dijaga
Dalam paparannya, Bima Arya menyebut Nusa Penida sebagai 'hidden paradise' atau surga tersembunyi. Ia menggambarkan kawasan itu sebagai destinasi yang masih memesona dan belum sepenuhnya tersentuh pembangunan masif, sebuah aset berharga yang perlu dilindungi.
Kesan pribadinya itu ia sampaikan dengan membuka memori masa kecil. "Saya ingat dulu waktu saya kecil itu ada komik tentang Nusa Penida. Nah, sekarang begitu ke sini kesan utama saya adalah ini hidden paradise yang belum tersentuh," tuturnya.
Konsep Green Island Perlu Diturunkan ke Aksi Nyata
Bima menilai gagasan Green Island yang diusung Bupati Klungkung I Made Satria merupakan langkah strategis. Namun, konsep besar itu harus segera dimatangkan dan diterjemahkan menjadi rencana aksi yang konkret dan terintegrasi. Cakupannya pun luas, mulai dari pengelolaan sampah, transisi energi, hingga pengaturan transportasi dan pelestarian budaya.
Dengan nada tegas, ia memberikan arahan teknis. "Jadi kalau saya sarankan pak, ini konsep Green Island ini kita matangkan, terintegrasi semua, dan kemudian dari situ diturunkan, mana yang kita kejar dari pinjaman, mana yang kita kejar dari korporasi, mana yang dari CSR (corporate social responsibility), mana yang dari investor gitu," jelas Bima.
Koordinasi Lintas Sektor dan Pentingnya Soliditas Tim
Wamendagri menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung, termasuk memfasilitasi koordinasi dengan berbagai kementerian. Di sisi internal, ia menekankan bahwa soliditas jajaran pemerintah daerah menjadi kunci penentu. Keberhasilan seorang pemimpin, menurutnya, sangat bergantung pada kekompakan dan semangat seluruh anggota tim dalam menjalankan visi bersama.
Integrasi dengan Tata Ruang dan Pembangunan Sosial
Lebih dari sekadar wacana, Bima menekankan pentingnya menyelaraskan visi Green Island dengan dokumen perencanaan tata ruang, seperti Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal ini penting agar komitmen pembangunan berkelanjutan memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak mudah bergeser.
Selain aspek fisik, perhatian juga harus diberikan pada dimensi sosial. Pembangunan karakter masyarakat dan penguatan kelembagaan lokal dinilai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Sebab, desain kawasan yang baik hanya akan optimal jika didukung oleh ekosistem sosial yang matang.
Peringatan agar Momentum Tidak Terlewat
Di akhir pernyataannya, Bima Arya memberikan peringatan yang berisi kehati-hatian. Ia melihat antusiasme wisatawan terhadap Nusa Penida sedang meningkat. Momentum ini, kata dia, tidak boleh disia-siakan. Pembenahan infrastruktur dan ekosistem pendukung wisata harus dipercepat agar kunjungan wisatawan tidak berakhir dengan kekecewaan yang justru merusak reputasi destinasi dalam jangka panjang.
Kekhawatiran itu ia ungkapkan dengan gamblang. "Ini momentum. Kalau nggak [dijaga], bisa lewat. Saya lihat, antusiasmenya mulai [terbangun], cuma nanti ketika turis-turis nanti banyak kecewa ke sini, mereka nggak balik lagi kan?" pungkasnya.
Artikel Terkait
Ramadhan Momentum Jihad Melawan Korupsi, Pengamat: Mulai dari Kesadaran hingga Pengawasan Publik
Gus Ipul Tegaskan Akurasi Data Kunci Tepat Sasaran Bansos dan PBI JKN
KSPSI Tegaskan Dukungan agar Polri Tetap Langsung di Bawah Presiden
Toyota Avanza Bekas: Kisaran Harga dan Perkembangan dari Generasi ke Generasi