Wamendagri menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung, termasuk memfasilitasi koordinasi dengan berbagai kementerian. Di sisi internal, ia menekankan bahwa soliditas jajaran pemerintah daerah menjadi kunci penentu. Keberhasilan seorang pemimpin, menurutnya, sangat bergantung pada kekompakan dan semangat seluruh anggota tim dalam menjalankan visi bersama.
Integrasi dengan Tata Ruang dan Pembangunan Sosial
Lebih dari sekadar wacana, Bima menekankan pentingnya menyelaraskan visi Green Island dengan dokumen perencanaan tata ruang, seperti Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal ini penting agar komitmen pembangunan berkelanjutan memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak mudah bergeser.
Selain aspek fisik, perhatian juga harus diberikan pada dimensi sosial. Pembangunan karakter masyarakat dan penguatan kelembagaan lokal dinilai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Sebab, desain kawasan yang baik hanya akan optimal jika didukung oleh ekosistem sosial yang matang.
Peringatan agar Momentum Tidak Terlewat
Di akhir pernyataannya, Bima Arya memberikan peringatan yang berisi kehati-hatian. Ia melihat antusiasme wisatawan terhadap Nusa Penida sedang meningkat. Momentum ini, kata dia, tidak boleh disia-siakan. Pembenahan infrastruktur dan ekosistem pendukung wisata harus dipercepat agar kunjungan wisatawan tidak berakhir dengan kekecewaan yang justru merusak reputasi destinasi dalam jangka panjang.
Kekhawatiran itu ia ungkapkan dengan gamblang. "Ini momentum. Kalau nggak [dijaga], bisa lewat. Saya lihat, antusiasmenya mulai [terbangun], cuma nanti ketika turis-turis nanti banyak kecewa ke sini, mereka nggak balik lagi kan?" pungkasnya.
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi