RSUD Kota Tangerang Operasikan Cath Lab untuk Pasien BPJS, Potong Waktu Rujukan Jantung dan Stroke

- Senin, 16 Februari 2026 | 01:45 WIB
RSUD Kota Tangerang Operasikan Cath Lab untuk Pasien BPJS, Potong Waktu Rujukan Jantung dan Stroke

MURIANETWORK.COM - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Tangerang kini memiliki akses lebih cepat dan mudah untuk penanganan penyakit jantung dan stroke. RSUD Kota Tangerang secara resmi mengoperasikan fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang dapat dimanfaatkan oleh pasien BPJS Kesehatan. Kehadiran layanan berteknologi tinggi ini diharapkan dapat memangkas waktu rujukan dan meningkatkan akurasi diagnosis serta terapi untuk kondisi kardiovaskular darurat.

Peresmian Kolaborasi untuk Layanan Unggulan

Kerja sama strategis antara RSUD Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan dalam pengelolaan Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu diresmikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi. Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Kolaborasi ini menandai komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan esensial di tingkat daerah.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasinya atas terwujudnya fasilitas ini. Ia menekankan bahwa standar peralatan yang tersedia setara dengan rumah sakit jantung nasional.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik hingga pelayanan Cath Lab ini hadir untuk pengobatan dan terapi pasien jantung dan stroke. Fasilitasnya setara rumah sakit jantung nasional, dan bisa ditanggung BPJS alias gratis. Ini kabar baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Dengan beroperasinya Cath Lab, pasien BPJS di Tangerang dan wilayah sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke luar kota untuk tindakan kateterisasi jantung yang krusial. Dalam penanganan serangan jantung dan stroke, kecepatan adalah faktor penentu yang sangat vital. Respon medis yang lebih cepat berpotensi besar menekan angka komplikasi berat, memperpendek masa rawat, dan pada akhirnya meningkatkan harapan kesembuhan pasien.

Selain fokus pada penguatan layanan kuratif, acara peresmian juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan. Pemerintah mendorong pendekatan preventif melalui program Pos Kesehatan Merah Putih yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.

Benjamin kembali menegaskan filosofi dasar tersebut. “Jangan sampai terlanjur sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau masyarakat lebih sehat, anggaran pengobatan akan lebih optimal dan tidak terlalu membebani pemerintah daerah maupun BPJS,” jelasnya.

Prevensi Dimulai dari Pusat Keramaian

Sebagai langkah konkret, dua Pos Kesehatan Merah Putih telah dihadirkan di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug. Pemilihan lokasi pasar bukan tanpa alasan, mengingat tempat tersebut menjadi simpul interaksi warga sehari-hari.

Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan strategi di balik penempatan pos kesehatan tersebut. “Di pasar, pusat interaksi warga terjadi setiap hari. Di sana masyarakat bisa cek gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan dasar lainnya. Ini bentuk nyata mendekatkan layanan promotif dan preventif agar beban rumah sakit bisa berkurang,” ungkapnya.

Hasil Sinergi Lintas Pihak

Keberhasilan mengoperasikan Cath Lab untuk peserta BPJS dan menghadirkan pos kesehatan preventif merupakan buah dari kolaborasi yang solid. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pencapaian ini melibatkan banyak pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Gubernur dan seluruh stakeholder, operasional Cath Lab dapat berjalan dan Pos Kesehatan Merah Putih hadir di Kota Tangerang. Ini bukti bahwa ketika kita bersatu dan berkolaborasi, layanan kesehatan berkualitas bisa dihadirkan untuk masyarakat,” ujar Sachrudin.

Langkah integratif ini, yang menggabungkan layanan canggih untuk penanganan darurat dengan deteksi dini di komunitas, mencerminkan upaya sistematis untuk membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan bagi warga Tangerang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar