Benjamin kembali menegaskan filosofi dasar tersebut. “Jangan sampai terlanjur sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau masyarakat lebih sehat, anggaran pengobatan akan lebih optimal dan tidak terlalu membebani pemerintah daerah maupun BPJS,” jelasnya.
Prevensi Dimulai dari Pusat Keramaian
Sebagai langkah konkret, dua Pos Kesehatan Merah Putih telah dihadirkan di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug. Pemilihan lokasi pasar bukan tanpa alasan, mengingat tempat tersebut menjadi simpul interaksi warga sehari-hari.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan strategi di balik penempatan pos kesehatan tersebut. “Di pasar, pusat interaksi warga terjadi setiap hari. Di sana masyarakat bisa cek gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan dasar lainnya. Ini bentuk nyata mendekatkan layanan promotif dan preventif agar beban rumah sakit bisa berkurang,” ungkapnya.
Hasil Sinergi Lintas Pihak
Keberhasilan mengoperasikan Cath Lab untuk peserta BPJS dan menghadirkan pos kesehatan preventif merupakan buah dari kolaborasi yang solid. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pencapaian ini melibatkan banyak pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Gubernur dan seluruh stakeholder, operasional Cath Lab dapat berjalan dan Pos Kesehatan Merah Putih hadir di Kota Tangerang. Ini bukti bahwa ketika kita bersatu dan berkolaborasi, layanan kesehatan berkualitas bisa dihadirkan untuk masyarakat,” ujar Sachrudin.
Langkah integratif ini, yang menggabungkan layanan canggih untuk penanganan darurat dengan deteksi dini di komunitas, mencerminkan upaya sistematis untuk membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan bagi warga Tangerang.
Artikel Terkait
Harbour City Hong Kong Gelar Pameran Besar Lima Ikon Pop Jepang Mulai Maret 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami di Sulawesi Utara Usai Gempa M 7,6
Polisi Amankan Lebih dari 1 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi di Senen
Mantan Direktur DSI Ditahan, Kerugian Investasi Syariah Capai Rp 2,4 Triliun