MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan bahwa kirab budaya yang digelar partainya di Tegal, Minggu (15/2), merupakan strategi sosialisasi yang berusaha menyatu dengan tradisi lokal. Menurutnya, pendekatan ini diambil agar kegiatan politik tetap menghormati dan merawat kearifan budaya setempat, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi.
Politik yang Menyatu dengan Tradisi
Kaesang menjelaskan, pilihan menggelar kirab budaya bukanlah tanpa alasan. PSI berupaya menghadirkan diri di tengah masyarakat dengan cara yang lebih membumi dan cair, menjauh dari kesan formal dan kaku yang sering melekat pada aktivitas partai politik. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antara dinamika politik dan kehidupan budaya yang telah mengakar.
"Kami ingin hadir dengan cara yang menyenangkan, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Politik harus bisa berjalan seiring dengan kebudayaan, bukan meninggalkannya," tutur Kaesang di sela-sela acara.
Dampak Sosial dan Ekonomi di Balik Kegiatan
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak nyata. Dengan melibatkan langsung para pelaku usaha mikro dan seniman daerah, kirab budaya diharapkan dapat menjadi wahana promosi dan penggerak ekonomi kerakyatan. Partai ini meyakini bahwa kemajuan sebuah daerah akan lebih kokoh jika aspek politik, budaya, dan pemberdayaan ekonomi dapat bersinergi.
Komitmen terhadap isu sosial juga ditunjukkan PSI tidak jauh dari lokasi kirab. Sehari sebelumnya, jajaran pengurus partai telah mendatangi lokasi pengungsian korban tanah bergerak di Kabupaten Tegal untuk menyalurkan bantuan.
"Selain kirab kebudayaan yang dilaksanakan PSI hari ini, DPP PSI juga telah turun langsung menyerahkan bantuan bencana tanah bergerak kemarin," jelas Kaesang, menyoroti rangkaian kegiatan partainya di wilayah tersebut.
Serangkaian langkah ini menunjukkan upaya PSI untuk membangun narasi keterlibatan yang lebih utuh, yang tidak hanya berorientasi pada perkenalan partai, tetapi juga berusaha menyentuh aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat secara langsung.
Artikel Terkait
IDX BUMN 20 Tunjukkan Ketahanan, Melonjak 5,23% di Tengah Koreksi IHSG
Bamsoet Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Tembus 8 Persen
Inter Milan Kalahkan Juventus 3-2, Catat Dua Kemenangan Beruntun dalam Satu Musim
PBNU Tetapkan Prof. Mohammad Nuh sebagai Katib Aam Syuriah Baru