Spekulasi tentang siapa yang akan memimpin Korea Utara berikutnya kembali memanas. Kali ini, fokusnya tertuju pada seorang remaja berusia 13 tahun: Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un. Menurut laporan intelijen, gadis ini kini dipersiapkan untuk meneruskan takhta ayahnya.
Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, baru-baru ini mengungkapkan hal itu. Ia menyatakan Badan Intelijen (NIS) telah menyimpulkan bahwa Ju Ae secara jelas 'ditunjuk sebagai penerus'.
"Kesimpulan itu diambil dari berbagai indikator," ujar Lee, Minggu lalu.
Ia merujuk pada semakin seringnya penampilan Ju Ae dalam acara-acara kenegaraan yang penting. Tak cuma hadir, NIS juga menangkap tanda-tanda bahwa ia mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintah. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari pembentukan citra.
Keluarga Kim memang sudah berkuasa selama beberapa dekade, dengan kultus 'garis keturunan Paektu' yang dijaga ketat. Maka, setiap kemunculan anggota keluarga selalu penuh makna. Dalam beberapa tahun terakhir, Ju Ae kerap terlihat mendampingi sang ayah di agenda-agenda strategis, mulai dari inspeksi militer hingga upacara kenegaraan.
Sebuah momen yang dianggap sangat signifikan terjadi pada Januari lalu. Media pemerintah Korea Utara menampilkan Ju Ae memberi penghormatan bersama Kim Jong Un di Istana Matahari Kumsusan tempat persemayaman kakek dan buyutnya. Bagi banyak pengamat, gambar itu seperti pengukuhan diam-diam.
Lalu, siapa sebenarnya Kim Ju Ae?
Diyakini ia adalah putri dari Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju. Namun, kabar tentang keberadaannya justru pertama kali bocor dari sumber yang tak biasa: mantan bintang bola basket NBA, Dennis Rodman.
Rodman bercerita tentang kunjungannya ke Korea Utara pada 2013. Saat itu, ia mengaku sempat bertemu dengan keluarga pemimpin tersebut.
"Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga berbicara dengan (istri Kim)," kenang Rodman dalam sebuah wawancara.
Dari bayi yang digendong Dennis Rodman, kini ia menjelma menjadi figur yang perlahan-lahan ditempatkan di garis depan. Proses suksesi di negara tertutup itu selalu penuh teka-teki, namun setiap petunjuk seperti kehadiran Ju Ae yang semakin mencolok dianggap sebagai sinyal yang harus dibaca.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Operasikan Drone ETLE di Tol Jakarta-Cikampek untuk Awasi Truk ODOL
Korlantas Polri Kerahkan Drone ETLE di Ruas Vital Jakarta untuk Awasi Pelanggaran
Kebakaran Gudang Pestisida di Cisadane Picu Ancaman Pencemaran Air dan Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Kompol Seala Syah Alam Raih Gelar Doktor Cum Laude dengan Disertasi Polisi Komunitas di Era Digital