MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis global terkini. Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (14/2/2026), politisi senior AS itu menilai peran organisasi dunia tersebut hampir nihil, khususnya dalam upaya menghentikan perang di Gaza, Palestina.
Pernyataan Tegas di Forum Internasional
Pandangan kritis Rubio tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin dan pakar keamanan dunia yang berkumpul dalam forum bergengsi di Jerman. Ia mengawali dengan mengakui potensi besar yang dimiliki PBB, namun langsung diikuti dengan kritik tajam atas kinerjanya saat ini dalam merespons konflik-konflik aktual.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa masih memiliki potensi luar biasa untuk menjadi alat kebaikan di dunia," ucap Rubio.
Namun, ia melanjutkan dengan nada yang jauh lebih keras. Menurutnya, lembaga yang berbasis di New York itu hampir tidak menunjukkan peran berarti dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendesak, sehingga mendorong perlunya reformasi mendasar terhadap institusi-institusi global.
"Tetapi kita tidak dapat mengabaikan bahwa, saat ini, dalam masalah-masalah paling mendesak yang ada di hadapan kita, PBB tidak memiliki jawaban dan hampir tidak berperan," tegasnya.
Sorotan pada Konflik Gaza
Kritik Rubio tidak hanya bersifat umum. Ia secara spesifik menyoroti ketidakmampuan PBB dalam mengatasi salah satu konflik paling memanas dan memakan banyak korban jiwa di Timur Tengah. Dalam pandangannya, badan dunia itu gagal menjalankan mandatnya untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.
"PBB tidak dapat menyelesaikan perang di Gaza," tuturnya dengan blak-blakan.
Pernyataan ini mencerminkan frustrasi yang semakin meluas di kalangan sebagian pengamat internasional terhadap mandeknya proses diplomasi dan upaya kemanusiaan di Gaza. Kritik dari pejabat tinggi AS ini juga menggarisbawahi kompleksitas tantangan geopolitik yang dihadapi oleh mekanisme multilateral seperti PBB, di mana kepentingan negara-negara anggota sering kali berbenturan, menghambat tindakan yang tegas dan cepat.
Artikel Terkait
Megawati dan Kelarga Jalani Ibadah Umrah di Makkah
Mahalini Gelar Konser Comeback Spektakuler KOMA Live in Concert di Istora Senayan
Anggota DPR Tegaskan MKMK Hanya Berwenang Awasi Hakim MK yang Aktif
Staf Khusus Kemenkop Apresiasi Perkembangan Cepat Koperasi Merah Putih di Bangka