Anak Perempuan di Demak Tewas Gantung Diri Didahului Unggahan Emosional di Media Sosial

- Jumat, 13 Februari 2026 | 17:00 WIB
Anak Perempuan di Demak Tewas Gantung Diri Didahului Unggahan Emosional di Media Sosial

MURIANETWORK.COM - Seorang anak perempuan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya pada Kamis (12/2/2026) sore. Peristiwa tragis ini didahului oleh unggahan korban di media sosial yang menunjukkan percakapan bermuatan emosional dengan ibunya beberapa hari sebelumnya.

Unggahan Media Sosial Sebelum Kejadian

Berdasarkan penelusuran, korban diketahui mengunggah tangkapan layar percakapan daring dari ibunya ke platform WhatsApp. Unggahan itu disertai tulisan yang menggambarkan beban emosional yang dirasakannya.

“Screenshot itu adalah chat dari ibunya ke korban dan diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa gantung diri,” jelas Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, Kasat Reskrim Polres Demak, melalui konfirmasi telepon, Jumat (13/2).

Pada foto tersebut, terlihat korban menambahkan narasi pribadi. “Di balik tawa gua, disisi lain aku juga cape,” tulisnya, mengungkap perasaan lelah yang mungkin tersembunyi di balik ekspresi sehari-hari.

Kronologi Penemuan Korban

Peristiwa itu terjadi menjelang petang. Rekaman CCTV di lokasi kejadian menunjukkan ibu korban tiba di rumah sekitar pukul 18.01 WIB sambil menggendong anaknya yang lain.

“Posisi si ibunya ini masuk sambil menggendong anaknya atau adik korban,” tutur Anggah, merinci momen kedatangan.

Tak lama setelah masuk, sang ibu langsung menemukan kondisi yang tak terduga. Ia melihat anak perempuannya telah gantung diri. Dalam kepanikan dan kesedihan yang mendalam, ibu korban kemudian keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan.

Penting untuk dicatat: Informasi dalam artikel ini disampaikan semata untuk tujuan pelaporan fakta. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional dari psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar