Hujan deras mengguyur Cirebon sejak Kamis malam lalu, dan akibatnya cukup parah. Tiga kecamatan di kabupaten itu kebanjiran, membuat hidup ribuan warga berantakan. Data sementara menyebutkan, tak kurang dari 1.505 orang harus merasakan dampaknya. Bayangkan, ketinggian air di beberapa titik bahkan menyentuh satu setengah meter.
Menurut Hadi Eko, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, penyebabnya jelas: hujan yang tak henti-henti. Intensitasnya tinggi dan durasinya lama, terjadi baik di hulu maupun hilir. Akibatnya, dua sungai utama Cijangkelok dan Cisangarung tak mampu lagi menampung air. Debitnya melonjak drastis dan akhirnya meluap ke pemukiman penduduk.
"Peristiwa banjir terjadi di tiga kecamatan yakni Pasaleman, Ciledug, dan Losari,"
ujar Hadi, Jumat (13/2/2026).
Kondisi di lapangan bervariasi. Ada yang hanya tergenang 20 cm, tapi di lokasi terparah, air setinggi dada orang dewasa. Desa Ciledug Wetan disebut-sebut menjadi titik dengan genangan tertinggi, mencapai 150 cm. Saat puncak banjir, sekitar 150 orang memilih mengungsi untuk menyelamatkan diri. Namun begitu, ada kabar baik di tengah musibah ini.
"Tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia dalam peristiwa ini,"
tegas Hadi melegakan.
Kerugian material, tentu saja, tak terhindarkan. Catatan BPBD menyebut 388 rumah terendam di tiga desa. Infrastruktur juga terkena imbas; satu tembok penahan tanah rusak ringan karena tergerus arus deras. Bagi ratusan kepala keluarga yang terdampak, pembersihan dan perbaikan rumah akan menjadi pekerjaan berat dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Golkar Tegaskan Tetap Lakukan Kontrol Kritis terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menteri Lingkungan Hidup Tuntut PT Biotek Tanggung Jawab Atasi Pencemaran Cisadane
Menteri ATR Tawarkan HGB di Atas HPL untuk Selesaikan Sengketa Lahan Jakarta
Pemerintah Perketat Pengamanan Bandara Koroway Usai Penembakan Pesawat