Suasana mencekam menyelimuti sebuah universitas di bagian selatan Amerika Serikat, Kamis (12/2) malam. Insiden penembakan terjadi di kompleks hunian mahasiswa, merenggut dua nyawa dan melukai satu orang lainnya.
Menurut keterangan resmi, South Carolina State University langsung memberlakukan lockdown. Itu terjadi sekitar pukul 21.15 waktu setempat, tak lama setelah laporan penembakan di apartemen Hugine Suites masuk.
"Para pejabat universitas belum mengkonfirmasi identitas para korban atau kondisi orang yang terluka,"
Begitu bunyi pernyataan kampus yang dikutip AFP, Jumat (13/2/2026).
"Kampus tetap dalam keadaan lockdown," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas enggan berkomentar soal ada tidaknya penangkapan terkait kasus ini. Yang jelas, aparat kepolisian setempat sudah dikerahkan. Mereka membantu berpatroli di dalam dan di sekeliling kampus untuk memastikan keamanan.
Dampaknya langsung terasa. Semua jadwal perkuliahan untuk hari Jumat terpaksa dibatalkan. Aktivitas akademik lumpuh total.
Sayangnya, peristiwa pilu ini bukan yang pertama. Ini hanya satu lagi dari rentetan panjang aksi penembakan di institusi pendidikan Amerika. Upaya untuk mengatur senjata api masih saja mentok, terperangkap dalam kebuntuan politik yang seolah tak berujung.
Artikel Terkait
Polri Jamin Keamanan Warga Sipil Koroway Pascapenembakan Pesawat
Presiden Prabowo Tuntut Return on Assets 7% dari Danantara
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Perwira Polri Penggerak Program Makan Bergizi Gratis
Anak Perempuan di Demak Tewas Gantung Diri Didahului Unggahan Emosional di Media Sosial