Balita 4 Tahun Tewas Hanyut di Kali Bogor, Jasad Ditemukan Setelah Terbawa Arus 500 Meter

- Jumat, 13 Februari 2026 | 11:25 WIB
Balita 4 Tahun Tewas Hanyut di Kali Bogor, Jasad Ditemukan Setelah Terbawa Arus 500 Meter

MURIANETWORK.COM - Seorang balita berusia empat tahun, berinisial MSA, meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus deras di Kali Sumur Wangi, Tanah Sareal, Kota Bogor. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (12/2/2026) saat korban diduga terpeleset dan tercebur saat bermain di tepian sungai bersama kakaknya. Jasad korban baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) dalam kondisi tak bernyawa, tertahan di sebuah bendungan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian yang Memilukan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, suasana bermain berubah menjadi bencana dalam sekejap. MSA yang sedang bermain di tepi kali kecil bersama kakaknya, tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam aliran air. Kondisi sungai saat itu dilaporkan sedang deras, membuat arus dengan cepat menghanyutkan tubuh mungil korban.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi insiden tersebut.

“Kejadian anak hanyut terbawa arus kali kecil di Sumur Wangi, Kecamatan Tanah Sareal. Korban terbawa arus sejauh 500 meter dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya pada Jumat (13/2/2026).

Upaya Pencarian dan Temuan Korban

Menyadari sang anak hilang terbawa arus, orang tua dan warga sekitar langsung bergerak melakukan pencarian. Suasana mencekam menyelimuti area sekitar sungai sepanjang malam. Upaya mereka akhirnya berbuah pada hari berikutnya, meski dengan akhir yang menyedihkan.

Doddy Rosjadi melanjutkan penjelasannya, menyampaikan detail temuan tim.

“Seorang balita berumur 4 tahun bernama MSA sedang bermain di sungai kecil dengan kakak korban. Lalu korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran kali kecil, yang saat kejadian sangat deras,” jelasnya melalui keterangan tertulis.

Setelah terbawa arus sejauh setengah kilometer, jasad korban ditemukan tertahan di sebuah struktur bendungan. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang penuh harap sekaligus kepiluan bagi keluarga dan masyarakat setempat. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama di area yang berpotensi bahaya seperti tepian sungai, terlebih saat debit air sedang tinggi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar