Wahyuniarti menjelaskan, "Bawang merah dari yang awalnya Rp31-32 ribu per kilogram menjadi Rp37-38 ribu per kilogram."
Untuk cabai merah, harganya berkisar Rp33 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram. Adapun cabai rawit merah naik dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Perbedaan angka antar pasar ini wajar, mengingat dinamika pasokan dan permintaan di setiap lokasi bisa sedikit berbeda.
Faktor di Balik Fluktuasi Harga
Menyoroti penyebab kenaikan, para pelaku usaha di lapangan melihat adanya kombinasi faktor. Wahyuniarti menyebut dua hal utama: momen menjelang Ramadan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Ia mengungkapkan, "Ia menilai kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari momen menjelang bulan puasa hingga cuaca yang tidak mendukung. Akibatnya, hasil panen menjadi buruk dan mempengaruhi pasokan barang di pasaran."
Penjelasan ini masuk akal dalam konteks pertanian di Indonesia. Cuaca ekstrem dapat mengganggu masa panen, mengurangi pasokan, dan pada akhirnya mendorong harga naik, terutama ketika permintaan justru meningkat secara signifikan akibat momentum keagamaan. Situasi ini memerlukan pemantauan ketat untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga di tingkat ritel.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Runner-up FIFA Series 2026 Usai Takluk Tipis dari Bulgaria
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi
Polisi Tangkap Penadah Baru dan Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi