MURIANETWORK.COM - Sebuah video yang menunjukkan sikap warga di Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau, terhadap kawanan gajah Sumatera yang masuk ke kebunnya viral di media sosial. Alih-alih mengusir dengan kekerasan, pemilik kebun justru membiarkan hewan langka itu memakan pohon pisang miliknya. Peristiwa ini terjadi pada malam hari di akhir 2025, dan mendapat apresiasi luas, termasuk dari Kapolda Riau, atas sikap toleran yang menunjukkan upaya harmonisasi antara manusia dan satwa liar.
Momen Keberanian dan Welas Asih di Malam Hari
Rekaman yang beredar itu menangkap suasana mencekam sekaligus mengharukan. Dalam gelapnya malam, seorang warga perempuan merekam dari balik jendela saat beberapa ekor gajah Sumatera merambah kebun pisang di pekarangan rumahnya. Daripada panik atau berusaha mengusir, ia justru memilih untuk berkomunikasi dengan hewan-hewan besar itu dengan suara lembut, mengakui hak mereka untuk mencari makan.
"Pigi (pergi) ya, di hutan banyak makanannya yok, oke," ucapnya dalam video, mencoba membujuk kawanan gajah tersebut dengan penuh kesabaran.
Respons Bijak yang Menginspirasi
Sikap tenang dan tidak mengganggu dari warga tersebut rupanya berbuah baik. Gajah-gajah itu, yang diperkirakan berjumlah sekitar enam ekor, tidak menunjukkan sikap agresif. Setelah mengambil beberapa batang pisang, kawanan itu akhirnya pergi meninggalkan lokasi. Menurut keterangan warga setempat, kemunculan gajah di lokasi tersebut memang kerap terjadi, dengan frekuensi sekitar enam bulan atau setahun sekali.
Video yang pertama kali diunggah oleh pemilik akun TikTok @lusihastri pada Desember 2025 itu disertai narasi penuh empati. Unggahan tersebut menyiratkan keprihatinan mendalam terhadap nasib satwa liar yang kehilangan habitat.
"Gajahnya lapar, alhamdulillah ada sedikit pohon pisang di belakang rumah yang bisa mereka makan. Sehat-sehat ya gajah, maafkan manusia yang serakah itu ya," tulisnya dalam keterangan video.
Apresiasi dari Penegak Hukum dan Aksi Nyata
Respons luar biasa dari warga ini tidak berlalu begitu saja. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turut membagikan dan mengapresiasi aksi tersebut di akun media sosialnya. Ia menilai tindakan warga itu sebagai contoh nyata simpati dan empati yang patut diteladani.
"Polda Riau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Lusi dan keluarga di Desa Minas Jaya, Kabupaten Siak. Di tengah kekhawatiran saat kawanan Gajah Sumatera memasuki pekarangan rumahnya, beliau justru menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa dengan mengikhlaskan tanaman pisangnya untuk menjadi santapan kawanan gajah yang kelaparan," jelas Herry Heryawan.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa momen ini membuktikan kemungkinan hidup berdampingan secara harmonis antara manusia dengan alam dan ekosistemnya.
"Ibu Lusi tidak memilih untuk mengusir atau menyakiti, melainkan berbagi dengan makhluk ciptaan Tuhan yang sedang melintasi jalur habitat aslinya," tambahnya.
Apresiasi tidak hanya berhenti pada pujian. Sebagai bentuk dukungan nyata, jajaran Polsek Minas telah mengunjungi lokasi kejadian. Mereka bersama-sama dengan warga menanam kembali pohon pisang di pekarangan rumah tersebut, sebuah langkah simbolis sekaligus praktis untuk memulihkan kerugian dan mengukuhkan komitmen keberlanjutan.
Pelajaran Berharga bagi Konservasi Bersama
Insiden di Minas Jaya ini menjadi potret kecil dari konflik manusia-satwa liar yang kerap terjadi, terutama di area yang berbatasan dengan hutan. Namun, respons yang ditunjukkan memberikan perspektif berbeda tentang penyelesaian yang penuh kesadaran. Peristiwa ini mengingatkan bahwa perlindungan satwa langka seperti gajah Sumatera adalah tanggung jawab kolektif.
Dalam pernyataan penutupnya, Kapolda Riau mengajak semua pihak untuk meneladani sikap tersebut. "Mari kita contoh teladan ini. Menjaga kelestarian Satwa Liar, khususnya Gajah Sumatera, bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai sesama penghuni bumi. Riau adalah rumah bagi kita, juga bagi mereka," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kejagung Kaji Laporan Dugaan Genosida Israel di Gaza Berdasarkan KUHP Baru
AS Bebaskan Tarif Sawit hingga Kopi RI, Pelaku Usaha Soroti Tantangan Ekspor
Polisi Pasang Peringatan di Jalan IR Juanda Ciputat yang Rusak Parah
Pakar Tegaskan MKMK Tak Berwenang Batalkan Keputusan DPR Soal Hakim MK