MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri forum ekonomi bertajuk Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, ini merupakan sarana pemerintah untuk memaparkan kondisi terkini dan prospek perekonomian nasional kepada para pemangku kepentingan.
Konfirmasi Kehadiran Presiden
Kepastian kehadiran Presiden Prabowo disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Ia memberikan konfirmasi tersebut usai melakukan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/2/2026).
“Iya dong, iya dong (Prabowo akan hadir),” tutur Dony dengan singkat.
Materi dan Tujuan Forum
Meski enggan merinci materi yang akan dibawakan, Dony menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap transparan dalam memaparkan situasi ekonomi. Forum ini, menurutnya, merupakan ajang pemerintah untuk berkomunikasi langsung dengan publik dan pelaku pasar.
“Ini kan Indonesia, Danantara cuma penyelenggara. Macam-macam lah besok, pokoknya disimak saja,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, rencana penyelenggaraan forum ini telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebut acara tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai solid.
“Kita akan menyelenggarakan ‘Indonesia Economic Outlook’ pada hari Jumat besok,” jelas Airlangga di lokasi yang sama, sehari sebelumnya.
Fokus pada Indikator Kunci dan Rencana Investasi
Dalam paparannya, pemerintah disebutkan akan menyoroti sejumlah indikator ekonomi kunci. Fokus utamanya adalah pada potensi peningkatan penerimaan negara serta strategi pengelolaan investasi yang akan dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Nah, ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara,” lanjut Airlangga.
Forum Indonesia Economic Outlook 2026 ini dinilai para pengamat sebagai langkah strategis untuk memberikan sinyal yang jelas dan terukur mengenai arah kebijakan ekonomi ke depan, di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.
Artikel Terkait
DPR Apresiasi Respons Cepat Pertamina Tangani Bencana di Sumatra
KPK Sita US$50 Ribu dalam Penggeledahan Kantor dan Rumah Dinas Hakim PN Depok
BP Taskin Usulkan Integrasi Program Ekonomi Kerakyatan ke dalam Satu Ekosistem
Kejagung Kaji Laporan Dugaan Genosida Israel di Gaza Berdasarkan KUHP Baru