Jakarta - Buat kebanyakan orang, membeli mobil hybrid pertama kali itu nggak gampang. Harganya? Teknologinya? Banyak yang dipertimbangkan. Nah, di IIMS 2026 ini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kayaknya mau bikin pilihan itu jadi lebih mudah. Mereka menghadirkan beberapa model hybrid dengan banderol antara Rp250 juta sampai Rp350 jutaan.
Model-model yang dimaksud adalah Fronx, Ertiga Hybrid Cruise, dan XL7 Hybrid. Ketiganya mengusung teknologi mild hybrid yang dikenal cukup irit bahan bakar. Soalnya, baterai di sistem ini punya peran krusial. Ia membantu saat mobil butuh akselerasi cepat, bahkan saat berhenti sebentar di lampu merah.
Sebenarnya, dalam konteks peralihan dari mesin bakar konvensional (ICE) ke era elektrifikasi penuh, teknologi hybrid ini dianggap jadi solusi paling masuk akal. Konsumen bisa menikmati efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik. Dan yang paling penting, tanpa perlu pusing memikirkan ketersediaan stasiun pengisian daya yang masih belum merata di seluruh Indonesia.
Alasannya sederhana. Baterai pada mobil hybrid entah itu lithium-ion, NiMH, atau LFP diisi dayanya oleh mesin bensin itu sendiri atau melalui pengereman regeneratif. Berbeda dengan mobil listrik murni yang sangat bergantung pada SPKLU, baik di dalam kota maupun di perjalanan jarak jauh.
Menurut Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, IIMS 2026 adalah momentum penting bagi mereka.
"Kami melihat kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih kendaraan dengan efisiensi dan teknologi ramah lingkungan itu dari waktu ke waktu semakin membaik," ujarnya.
Dia menambahkan, "Nah bagi mereka yang ingin merasakan teknologi mobil hybrid, tentunya sangat pas menggunakan teknologi mild hybrid dari Suzuki. Tanpa harus mikirin ngecas dan sebagainya."
Tapi Suzuki bukan satu-satunya. Beberapa merek lain juga main di rentang harga serupa. Ada Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, misalnya. Lalu Toyota Veloz Hybrid yang tahun ini harganya sudah menembus angka di atas Rp300 juta.
Tak ketinggalan, Chery dengan Tiggo Cross CSH-nya juga ikut meramaikan segmen ini. Mobil ini jelas menyasar para pemula, mereka yang baru pengen coba-coba dan mengenal seefisien apa sih teknologi hybrid itu dalam pemakaian sehari-hari.
Jadi, pilihannya mulai beragam. Tinggal kebutuhan dan selera saja.
Artikel Terkait
Pakar Tegaskan MKMK Tak Berwenang Batalkan Keputusan DPR Soal Hakim MK
Wamendag Ajak Hipmi Export Center Percepat Ekspor untuk Dongkrak Surplus
Menteri PUPR Tinjau Lahan Calon Rusun Subsidi 1.208 Unit di Bandung
KPK Dalami Dugaan Intervensi dalam Kasus Pemerasan Calon Perangkat Desa Pati