MURIANETWORK.COM - Hujan deras yang disertai angin kencang melanda permukiman di Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2/2026) siang. Akibat cuaca ekstrem tersebut, sejumlah pohon tumbang dan merusak beberapa rumah warga. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
Kerusakan pada Tiga Rumah Warga
Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, cuaca buruk yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menyebabkan kerusakan pada tiga unit rumah. Satu di antaranya mengalami kerusakan kategori sedang, sementara dua rumah lainnya rusak ringan. Selain pohon tumbang, atap beberapa rumah terbawa angin dan bagian dinding tembok belakang satu rumah roboh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan kronologi kejadian. "Dikarenakan hujan deras disertai angin kencang sehingga menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah warga terbawa angin serta dinding tembok bagian belakang rumah roboh," jelasnya.
Tidak Ada Korban Jiwa dan Pengungsi
Kabar baiknya, insiden ini tidak menelan korban jiwa. Para pemilik rumah yang terdampak pun masih dapat menempati rumah mereka, dan tidak ada warga yang terpaksa mengungsi ke tempat lain. Meski begitu, situasi ini memerlukan kewaspadaan dan penanganan segera untuk mencegah kerusakan bertambah parah.
Adam Hamdani menekankan pentingnya langkah antisipasi. "Untuk sementara atap yang terbawa angin harus ditutup terpal dikarenakan khawatir hujan turun kembali akan menyebabkan rumah tersebut mengalami kerusakan yang lebih parah," ungkapnya.
Langkah Antisipasi dan Penanganan Awal
Imbauan untuk menutup bagian atap yang rusak dengan terpal merupakan langkah praktis dan mendesak. Tindakan ini bertujuan melindungi interior rumah dari hujan yang mungkin kembali turun, sekaligus menjadi penanganan darurat sebelum perbaikan permanen dapat dilakukan. Petugas terus memantau kondisi wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan warga setempat.
Meski kerusakan yang terjadi tidak termasuk dalam kategori berat, kejadian ini mengingatkan akan potensi dampak cuaca ekstrem di kawasan permukiman. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan kerugian yang dialami masyarakat.
Artikel Terkait
Mekeng Dorong Daerah Manfaatkan Obligasi dengan Syarat Ketat
Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Resmi Ubah Data Kependudukan di Solo
Polda Jatim Gencar Sosialisasi Aturan Lajur Kiri Truk dan Bus di Tol
Santri Terseret Ombak di Pantai Deplangu, Satu Hilang dan Satu Selamat