Di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, suasana hari Kamis itu tampak khidmat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi melantik 49 pejabat di lingkungan kementeriannya. Mereka terdiri dari 15 pimpinan tinggi pratama dan 34 administrator. Acara ini bukan sekadar seremoni belaka. Tito, dengan nada tegas namun terbuka, langsung mengingatkan semua yang hadir tentang dua hal kunci: loyalitas dan prestasi kerja.
Pelantikan ini, menurutnya, adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus terus bergerak. Tujuannya jelas, untuk mendongkrak kinerja ke level yang lebih baik. Dan dia tak segan memberi isyarat bahwa posisi yang diberikan hari ini bukanlah jaminan untuk selamanya.
"Ini jabatan sementara pasti akan ada akhirnya juga, jadi saya akan mengevaluasi,"
tegas Tito dalam keterangan tertulisnya.
Permintaannya sederhana tapi berat: buktikan kemampuan. Dia butuh tim yang kuat, terpercaya. Beban kerjanya sendiri tidak ringan. Selain memimpin Kemendagri, Tito juga mengemban amanah sebagai Kepala BNPP dan Kasatgas Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Tumpukan tugas itu, mau tidak mau, memerlukan sokongan tim yang solid dan gesit. Rutinitas yang menjemukan harus dihindari.
"Rekan-rekan yang dilantik tolong buktikan, rekan-rekan mampu untuk membantu saya dan kemudian saya juga minta jangan terjebak dalam rutinitas,"
pintanya lagi.
Artikel Terkait
Satgas PRR: 5.000 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Puan Maharani Desak Investigasi
Trump Pertimbangkan Hentikan Perang Iran, Fokus Beralih ke Target Militer Terbatas