Suasana mencekam kembali menyelimuti Papua Selatan. Pilot dan kopilot pesawat Smart Air, PK-SNR, ditemukan tewas setelah ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Peristiwa tragis ini, menurut pengakuan aparat, tak lepas dari ulah kelompok kriminal bersenjata.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, secara tegas menyebut nama Elkius Kobak. Dia diduga menjadi dalang di balik aksi penembakan maut tersebut.
"Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak," jelas Yusuf.
Pernyataan itu dia sampaikan pada Kamis lalu. Menurutnya, penyelidikan sudah bergulir dengan langkah-langkah terukur. Fokus utama sekarang adalah memburu para pelaku yang masih berkeliaran.
"Aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut," tambahnya.
Di sisi lain, upaya pengamanan langsung ditingkatkan. Tak tanggung-tanggung, 20 personel Ops Damai Cartenz dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka juga diperkuat oleh 12 anggota Kopasgat TNI AU. Koordinasi dengan TNI AD pun digencarkan, mengingat bandara perintis di wilayah itu merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman.
Soal korban, proses evakuasi disebutkan sudah selesai. Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya reda.
"Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif," pungkas Yusuf.
Komitmen untuk memulihkan rasa aman terus digaungkan. Meski begitu, jalan menuju situasi yang benar-benar kondusif di Boven Digoel tampaknya masih panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembobolan Rumah Penjual Emas Daring di Batu
Pemerintah Tetapkan Libur Panjang Empat Hari untuk Imlek 2026
Polisi Selidiki Pencurian Tas di Hotel Bintang Lima oleh Pria Berpenampilan Rapi
Utusan Khusus Presiden Soroti 76 Saham dengan Valuasi Tidak Masuk Akal di BEI