Kementerian Kebudayaan Gelar MTN Wave, Wujudkan Ekosistem Talenta Seni Berkelanjutan

- Kamis, 12 Februari 2026 | 11:20 WIB
Kementerian Kebudayaan Gelar MTN Wave, Wujudkan Ekosistem Talenta Seni Berkelanjutan

Pujian serupa datang dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali. Ia menilai penyelenggaraan MTN adalah upaya sistematis pemerintah untuk membentuk SDM berdaya saing, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, melaporkan perjalanan MTN Seni Budaya sepanjang 2025 yang bergerak sangat masif. Ia menyebutnya sebagai lompatan besar untuk memperkuat ekosistem dan melahirkan talenta unggul.

Memang, sejak direvitalisasi pertengahan 2025, program ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam waktu singkat. Angkanya berbicara: hampir 37 ribu peserta pra-pembibitan, kolaborasi dengan 200 mitra sanggar dan festival, serta lebih dari 5.700 talenta yang sudah masuk dalam trajektori MTN. Belum lagi 208 program terlaksana, 116 talenta dapat rekognisi internasional, dengan jangkauan menjalar ke 19 negara dan 58 kota/kabupaten di Indonesia.

Semua capaian itu coba divisualisasikan lewat MTN Wave. Sebuah pertunjukan seni modern yang menampilkan bakat terpilih dari lima bidang: seni rupa, pertunjukan, musik, film, dan sastra. Di bawah arahan kreatif Rangga Djoened, kelimanya digambarkan bagai gelombang yang saling terkait, bergerak bersama menunjukkan dinamika pertumbuhan.

Selain pertunjukan utama 'Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban', ada juga instalasi karya Sigit D. Pratama dan beragam karya lintas disiplin. Lukman Sardi hadir sebagai narator yang merajut cerita tentang perjalanan panjang talenta Indonesia.

Intinya, melalui MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Sebuah fondasi SDM untuk mencapai Indonesia Emas 2045, sekaligus pondasi harmoni dan toleransi di tengah keberagaman.

Acara malam itu sendiri dihadiri oleh banyak tokoh. Di antaranya Ibu Katharine Grace Fadli Zon, Inspektur Jenderal Fryda Lucyana, Direktur Jenderal Diplomasi Endah T.D. Retnoastuti, serta sejumlah staf ahli dan staf khusus menteri. Tampak juga perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga, seperti Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus. Tak ketinggalan, perwakilan diplomatik negara sahabat, seniman, budayawan, dan sejumlah pemengaruh ternama turut memadati venue.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar