Lokasi Produksi di Lantai Empat
Pengakuan tersangka membawa penyidik ke lantai empat rumah, yang ternyata dijadikan lokasi produksi utama. Ruangan itu difungsikan sebagai kebun ganja dengan sistem semi-hidroponik, lengkap dengan segala peralatannya.
"Kemudian yang bersangkutan juga menunjukkan, mengarahkan ke lantai 4. Nah di lantai 4 ini tersangka mengakui memproduksi narkotika ganja mulai dari pembibitan, penyemaian, pemisahan tunas menjadi beberapa pot tanaman dengan sistem semi hidroponik sampai kemudian siap untuk dipanen," tutur Prasetyo Nugroho.
Di lokasi itu, polisi mendapati dua buah tenda berukuran besar dan kecil yang berfungsi sebagai ruang tanam terkontrol. Peralatan pendukung seperti kipas, blower, pot, serta alat pengukur pH air juga turut disita, bersama dengan sejumlah tanaman ganja yang masih hidup.
Modus dan Volume Produksi
Dari hasil penyitaan, total berat ganja kering yang berhasil diamankan mencapai ribuan gram. "Ganja seberat brutonya 541 gram. Kemudian karung ungu merek Wolf berisi narkotika ganja bruto 3.123 gram," sebut perwira polisi itu.
Berdasarkan pengakuan tersangka AW, aktivitas produksi telah berlangsung sejak Januari 2023. Ia memanen hasil kebunnya setiap tiga bulan sekali, dengan hasil panen berkisar antara 1 hingga 1,5 kilogram. Ganja yang sudah dipanen kemudian dikemas dalam plastik bening dan disimpan di dalam rumah untuk konsumsi pribadi maupun tujuan lainnya.
Sebagian hasil panen ternyata diolah lebih lanjut. "Kemudian selain itu tersangka menggunakan sebagian hasil panen dibuat atau diracik menjadi liquid. Nah ini digunakan sebagai liquid kemudian dikonsumsi sendiri," beber Prasetyo Nugroho.
Proses peracikan liquid tersebut dilakukan dengan alat khusus. "Kemudian adapun untuk meracik liquid ganja tersebut digiling melalui alat herbal infuser atau botanical ekstraktor. Nah itu alatnya, kemudian dicampur dengan alkohol kemudian ditunggu 3 hari sampai menyatu kemudian siap diperas mengambil intisarinya," pungkasnya menjelaskan modus operandi yang cukup rumit tersebut.
Artikel Terkait
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru untuk 29 Maret 2026
Arus Balik Pemudik Padati Pelabuhan Ketapang, Antrean Truk Tembus 12 Jam
Pria di Medan Serang Tetangga Pakai Pahat Kayu, Diduga Dipicu Debu Sapu
Gubernur DKI Apresiasi Transjakarta, Kontribusi Ekonomi Capai Rp73,8 Triliun