MURIANETWORK.COM - Seorang kreator konten berinisial AW bersama seorang perempuan diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Jagakarsa. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menemukan aktivitas produksi dan penanaman ganja di kediaman tersangka. Dari penggeledahan, aparat menyita puluhan peralatan dan ratusan gram ganja siap pakai serta tanaman yang masih dalam proses budidaya.
Pengungkapan dan Pengembangan Kasus
Operasi pengungkapan bermula dari informasi yang diterima tim penyidik mengenai adanya produksi narkotika golongan satu di wilayah Jagakarsa. Berbekal data itu, polisi bergerak cepat untuk mengamankan dua orang tersangka di lokasi. Kasus ini kemudian berkembang setelah penyidik melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah tersebut.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, menjelaskan kronologi penemuan barang bukti. "Tim dari Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan mendapatkan informasi adanya kegiatan memproduksi narkotika jenis ganja yaitu golongan 1 di wilayah Jagakarsa. Tim mengamankan dua orang laki-laki dan perempuan," ujarnya pada Rabu (11/2/2026).
Barang Bukti di Dalam Rumah
Penggeledahan di lantai satu rumah langsung membuahkan hasil. Polisi menemukan sejumlah peralatan yang diduga kuat terkait persiapan dan pengemasan narkoba, termasuk alat vakum serta dua bungkus plastik berisi ganja. Pencarian kemudian dilanjutkan ke lantai dua, di mana barang bukti lain berhasil diamankan.
"Kemudian kita beralih ke lantai 2, ditemukan satu buah kotak cooler box warna merah, di dalamnya terdapat delapan buah plastik press vakum, jadi sudah dalam plastik sudah dipress divakum yang berisi narkotika ganja yang disimpan di dalam kamar pribadi," jelas Prasetyo Nugroho.
Ia menambahkan, "Kemudian sejumlah goody bag warna krem yang tersimpan di plastik press berisi narkotika ganja yang disimpan di dalam kamar pribadi."
Tak hanya itu, di ruangan yang sama juga ditemukan wadah lain berisi ganja, disertai alat vaporizer untuk menghisap, grinder penghancur, dan sebuah timbangan. Temuan-temuan ini mengindikasikan adanya aktivitas konsumsi dan pengemasan untuk distribusi yang terorganisir di dalam rumah tersebut.
Lokasi Produksi di Lantai Empat
Pengakuan tersangka membawa penyidik ke lantai empat rumah, yang ternyata dijadikan lokasi produksi utama. Ruangan itu difungsikan sebagai kebun ganja dengan sistem semi-hidroponik, lengkap dengan segala peralatannya.
"Kemudian yang bersangkutan juga menunjukkan, mengarahkan ke lantai 4. Nah di lantai 4 ini tersangka mengakui memproduksi narkotika ganja mulai dari pembibitan, penyemaian, pemisahan tunas menjadi beberapa pot tanaman dengan sistem semi hidroponik sampai kemudian siap untuk dipanen," tutur Prasetyo Nugroho.
Di lokasi itu, polisi mendapati dua buah tenda berukuran besar dan kecil yang berfungsi sebagai ruang tanam terkontrol. Peralatan pendukung seperti kipas, blower, pot, serta alat pengukur pH air juga turut disita, bersama dengan sejumlah tanaman ganja yang masih hidup.
Modus dan Volume Produksi
Dari hasil penyitaan, total berat ganja kering yang berhasil diamankan mencapai ribuan gram. "Ganja seberat brutonya 541 gram. Kemudian karung ungu merek Wolf berisi narkotika ganja bruto 3.123 gram," sebut perwira polisi itu.
Berdasarkan pengakuan tersangka AW, aktivitas produksi telah berlangsung sejak Januari 2023. Ia memanen hasil kebunnya setiap tiga bulan sekali, dengan hasil panen berkisar antara 1 hingga 1,5 kilogram. Ganja yang sudah dipanen kemudian dikemas dalam plastik bening dan disimpan di dalam rumah untuk konsumsi pribadi maupun tujuan lainnya.
Sebagian hasil panen ternyata diolah lebih lanjut. "Kemudian selain itu tersangka menggunakan sebagian hasil panen dibuat atau diracik menjadi liquid. Nah ini digunakan sebagai liquid kemudian dikonsumsi sendiri," beber Prasetyo Nugroho.
Proses peracikan liquid tersebut dilakukan dengan alat khusus. "Kemudian adapun untuk meracik liquid ganja tersebut digiling melalui alat herbal infuser atau botanical ekstraktor. Nah itu alatnya, kemudian dicampur dengan alkohol kemudian ditunggu 3 hari sampai menyatu kemudian siap diperas mengambil intisarinya," pungkasnya menjelaskan modus operandi yang cukup rumit tersebut.
Artikel Terkait
Charles Honoris Dorong Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 216,5 Juta Warga
WWE 2K26 Hadirkan Mode Punked, Kisahkan Karier CM Punk dengan Skenario What If
Polisi Selidiki Pencurian Laptop dan Ponsel Peserta Rapat di Hotel Bintang Lima Jakarta
Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 Dijadwalkan 17 Februari