Bertenaga dan Tangguh untuk Misi Panjang
Kapal ini rencananya akan diserahterimakan dan diberangkatkan ke Indonesia pada Kamis, 12 Februari, dari Pelabuhan Bremen. Secara teknis, Canopus-936 memang dirancang untuk operasi jangka panjang di laut lepas. Ukurannya cukup besar: panjang 105 meter, lebar 17.4 meter, dengan bobot mati mencapai 3.419 ton. Bahkan ada kapasitas ekstra 200 ton untuk mendukung Submarine Rescue Vessel (SRV).
Untuk soal ketahanan, badan kapal di bawah garis air menggunakan baja AH36, sementara bagian atasnya memakai baja A-36. Spesifikasi ini menjamin keamanan operasi di samudra. Yang lebih impresif lagi soal daya jelajah. Dengan kapasitas bahan bakar 610 meter kubik, kapal ini diklaim bisa menempuh 10.000 mil laut non-stop! Kecepatan maksimumnya 16 knot, dengan daya tahan operasi hingga 60 hari di laut.
Kemampuan seperti itu memberi fleksibilitas luar biasa. Canopus-936 bisa menjelajahi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang luas, bahkan hingga ke perairan internasional, tanpa terlalu bergantung pada dukungan logistik dari darat.
Di tengah geopolitik maritim yang semakin panas dan perlombaan penguasaan data kelautan, posisi KRI Canopus-936 memang unik. Dia bukan kapal perang yang penuh senjata, tapi juga bukan kapal riset biasa yang cuma mengumpulkan sampel air. Perannya ada di area abu-abu, di mana garis antara ilmu pengetahuan, kepentingan strategis, dan kebutuhan keamanan laut saling bertemu dan bertumpang tindih.
Editor: Rizki Nugraha
Artikel Terkait
Pertamina Catat Lonjakan Konsumsi BBM Berkualitas Jelang Mudik Lebaran 2026
PSSI Dapat Dukungan Kemendikdasmen untuk Pengembangan Sepak Bola di Sekolah
Prabowo Bahas Gaza dan Kondisi Dalam Negeri Bersama Tokoh Ormas Islam
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran