Asap sudah sirna, tapi masalahnya belum. Pasca kebakaran hebat di sebuah gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan, ancaman baru justru mengalir deras. Cairan pestisida dari lokasi kejadian terbawa hingga ke Sungai Jeletreng, yang merupakan anak sungai Cisadane. Pencemarannya? Cukup parah.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut angka yang mencengangkan. Sekitar 20 ton pestisida habis dilalap api. "Air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai," katanya.
Menurut Hanif, kondisi ini berdampak serius bagi ekosistem dan warga sekitar.
Gudang perusahaan yang berlokasi di Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong itu diketahui menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos. Bahan-bahan kimia itu biasa dipakai untuk membasmi hama tanaman. Nah, sekarang justru mengancam kehidupan di sungai.
Dampaknya langsung terlihat. Dilaporkan pencemaran telah menjalar sejauh kira-kira 22,5 kilometer di aliran Cisadane, melintasi tiga wilayah: Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Yang paling menyedihkan, biota air mati mengambang. Ikan mas, baung, patin, nila, sampai ikan sapu-sapu yang dikenal band pun tak selamat.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Jakarta
22 Migran Tewas dalam Penyelamatan Kapal di Perairan Kreta
Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun