Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Kolaborasi Pemerintah-Swasta

- Rabu, 11 Februari 2026 | 08:15 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Kolaborasi Pemerintah-Swasta

Bogor, Jawa Barat - Selasa malam (10/2/2026) kemarin, suasana di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, terbilang cukup sibuk. Presiden Prabowo Subianto ternyata sedang menggelar pertemuan tertutup. Bukan dengan politisi, melainkan dengan lima nama besar dari panggung bisnis nasional. Audiensi itu sendiri berjalan cukup lama, nyaris empat jam penuh.

Inti pembicaraannya? Kolaborasi. Prabowo menekankan semangat "Indonesia Incorporated", sebuah konsep yang menuntut kerjasama erat antara pemerintah dan pelaku usaha. Tujuannya jelas: mendongkrak laju pembangunan ekonomi.

"Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat," tegas Presiden dalam keterangan yang dirilis ke media.

Menurutnya, dampak itu harus terlihat dari lapangan kerja yang terbuka dan kemandirian bangsa yang kian kokoh.

Lima pengusaha yang hadir malam itu memang bukan sembarang nama. Mereka adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific, Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group. Pembahasan mereka cukup luas, mulai dari daya saing nasional sampai penguatan sektor riil. Presiden juga mengajak mereka untuk serius mendorong pertumbuhan UMKM, yang disebut-sebut sebagai tulang punggung ekonomi kita.

Nah, bagaimana respons para taipan ini? Mereka sepakat. Komitmen untuk mendukung program-program strategis pemerintah pun mengalir. Fokus dukungan yang mereka janjikan mencakup banyak hal, mulai dari pengentasan kemiskinan, program makan bergizi gratis, kesehatan, pembangunan rumah subsidi, hingga isu kedaulatan energi.

Pertemuan yang digelar dari pukul tujuh malam sampai lewat pukul sebelas itu akhirnya berakhir dengan sebuah kesepahaman. Intinya, semua sepakat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan adil. Sinergi malam itu diharapkan bukan sekadar janji, tapi benar-benar bisa menjadi motor penggerak untuk mencapai visi besar kemandirian bangsa di masa depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar