Serikat Buruh ASEAN Ingin Pelajari Desk Ketenagakerjaan Polri

- Selasa, 10 Februari 2026 | 23:45 WIB
Serikat Buruh ASEAN Ingin Pelajari Desk Ketenagakerjaan Polri

Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, baru-baru ini mengungkapkan sebuah apresiasi menarik dari rekan-rekannya di luar negeri. Usai pertemuan puncak ASEAN Trade Union Council di Grand Melia Hotel, Jakarta Selatan, Rabu lalu, dia bercerita. Ternyata, konfederasi buruh dari negara-negara Asia Tenggara memandang serius inisiatif Polri membentuk Desk Ketenagakerjaan. Bahkan, mereka ingin mempelajarinya.

"Teman-teman dari Asia Tenggara itu penasaran," ujar Andi Gani.

"Mereka ingin belajar bagaimana Polisi Indonesia bisa membentuk Desk Ketenagakerjaan."

Menurut sejumlah saksi yang hadir, forum itu memang cukup hangat membahas terobosan ini. Andi Gani sendiri menilai, sejak berdiri, kinerja desk tersebut terbilang gesit. Persoalan-persoalan yang dihadapi buruh ditangani dengan tempo yang cepat. Dia menyebut angka yang cukup signifikan: lebih dari 144 persoalan industrial berhasil diselesaikan hanya dalam tahun pertama.

"Sudah 144 kasus tenaga kerja bisa diselesaikan dengan cepat," tuturnya. "Manfaatnya sangat dirasakan oleh buruh Indonesia."

Yang membuatnya lebih istimewa, menurut Andi, langkah Polri ini disebut-sebut sebagai yang pertama di dunia. Bayangkan, satuan kerja khusus di tubuh kepolisian yang fokus menangani tindak pidana di bidang ketenagakerjaan? Itu hal baru. Di sisi lain, komitmen pimpinan Polri juga tampak jelas.

Kapolri Jenderal Sigit Prabowo sudah memastikan akan memperkuat Desk Ketenagakerjaan ini hingga ke wilayah. Tujuannya tak main-main: mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Langkah ini, meski masih terus dikawal, setidaknya sudah memberi warna baru dalam hubungan industrial. Dan rupanya, gaungnya sudah terdengar sampai ke luar negeri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar