Di balik kebanggaan tersebut, Souto bersikap realistis. Ia secara terbuka mengakui bahwa masih ada jarak kualitas antara Indonesia dengan kekuatan utama benua Asia seperti Iran, yang baru saja meraih gelar juara ke-14 mereka.
"Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia," ucap Souto dengan nada jujur.
Ia juga menyoroti perbedaan tempo permainan yang menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, ritme di tingkat Asia jauh lebih tinggi dibandingkan liga domestik, sebuah tantangan yang harus diadaptasi para pemainnya.
Langkah Signifikan di Peta Asia
Meski berakhir dengan kekalahan, pencapaian melangkah ke final dan memberi perlawanan sengit kepada juara bertahan merupakan sinyal kuat bagi futsal Indonesia. Souto menilai prestasi ini bukanlah kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang menunjukkan perkembangan signifikan timnas di kancah regional.
Suasana Indonesia Arena yang dipadati ribuan suporter menjadi saksi bisu perjuangan tim yang tak pernah menyerah. Hasil ini diharapkan bisa menjadi fondasi dan motivasi untuk terus mengejar ketertinggalan dari negara-negara elite Asia dalam perjalanan futsal nasional ke depan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP