MURIANETWORK.COM - Tim nasional futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 setelah dikalahkan Iran dalam drama adu penalti yang menegangkan, Sabtu (15/3/2024) malam. Dalam laga final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, kedua tim bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu, sebelum Iran akhirnya menang tipis 5-4 dari titik putih. Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan Garuda Futsal hingga ke babak final dinilai sebagai pencapaian historis.
Pujian Pelatih untuk Mental Pemain
Hector Souto, pelatih kepala timnas, tidak menyembunyikan rasa bangganya terhadap anak asuhnya. Di hadapan awak media seusai laga, pelatih asal Spanyol itu memuji ketangguhan mental yang ditunjukkan para pemainnya sepanjang pertandingan melawan raksasa Asia tersebut.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini sungguh luar biasa," tuturnya.
Souto menekankan bahwa kemampuan timnya bertahan di bawah tekanan dan memaksa laga berlanjut ke adu penalti adalah bukti nyata perkembangan mental skuad Garuda. "Cara para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah," jelasnya.
Mengakui Keunggulan Lawan dan Tantangan ke Depan
Di balik kebanggaan tersebut, Souto bersikap realistis. Ia secara terbuka mengakui bahwa masih ada jarak kualitas antara Indonesia dengan kekuatan utama benua Asia seperti Iran, yang baru saja meraih gelar juara ke-14 mereka.
"Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia," ucap Souto dengan nada jujur.
Ia juga menyoroti perbedaan tempo permainan yang menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, ritme di tingkat Asia jauh lebih tinggi dibandingkan liga domestik, sebuah tantangan yang harus diadaptasi para pemainnya.
Langkah Signifikan di Peta Asia
Meski berakhir dengan kekalahan, pencapaian melangkah ke final dan memberi perlawanan sengit kepada juara bertahan merupakan sinyal kuat bagi futsal Indonesia. Souto menilai prestasi ini bukanlah kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang menunjukkan perkembangan signifikan timnas di kancah regional.
Suasana Indonesia Arena yang dipadati ribuan suporter menjadi saksi bisu perjuangan tim yang tak pernah menyerah. Hasil ini diharapkan bisa menjadi fondasi dan motivasi untuk terus mengejar ketertinggalan dari negara-negara elite Asia dalam perjalanan futsal nasional ke depan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Prihatin Kekayaan Alam Indonesia Banyak yang Dicuri dan Dibawa ke Luar Negeri
Prabowo: Kehadiran di NU Beri Keberanian Lebih untuk Mengabdi
KPK Perluas Penyidikan Suap Lahan di PN Depok ke Masa Kepemimpinan Sebelumnya
Borneo FC Kalahkan Bhayangkara FC 2-1, Pacu ke Posisi Dua Klasemen