Jakarta: Mimpi juara pupus sudah. Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti yang menegangkan, dengan skor akhir 4-5, di final Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan sengit yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (7/2) malam itu, terpaksa ditentukan dari titik putih setelah kedua tim bermain imbang 5-5 selama waktu normal dan perpanjangan waktu.
Jalannya laga? Benar-benar tak bisa ditebak. Seperti dilaporkan Antara, aksi saling serang dan balas gol mewarnai pertandingan dari menit pertama. Indonesia beberapa kali unggul, tapi Iran selalu punya jawaban. Mereka terus mengejar, tak pernah menyerah, hingga akhirnya pertaruhan penalti memutuskan segalanya.
Roller Coaster Emosi di Lapangan
Iran yang unggul cepat lewat Hossein Tayebi di menit ketiga, justru membuat Indonesia bangkit. Hanya dalam enam menit, skor berbalik! Reza Gunawan menyamakan kedudukan di menit ke-7, disusul Israr Megantara yang mencetak dua gol cepat beruntun di menit ke-8 dan ke-9. 3-1! Suasana Indonesia Arena meledak.
Iran berusaha membalas. Mereka sempat mencetak gol di menit ke-16, tapi wasit menganulirnya usai tim Indonesia meminta challenge. Replay jelas menunjukkan bola sudah keluar lebih dulu. Peluang lain mereka pun sirna setelah kiper Ahmad Habibie dengan gemilang menghalau tendangan penalti Salar Aghapour.
Namun begitu, tim berjuluk Team Melli itu tak kehabisan akal. Mahdi Karimi berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat eksekusi tendangan bebas yang apik di menit ke-18. Skor itu bertahan hingga jeda.
Kejar-kejaran yang Tak Kunjung Usai
Babak kedua langsung dihantam gol. Saeid Ahmad Abbasi menyamakan kedudukan untuk Iran di menit ke-23. Tapi, belum satu menit berlalu, Samuel Eko sudah menggetarkan jala Iran lagi. 4-3 untuk Indonesia!
Artikel Terkait
Percobaan Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan Polisi
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis
Suami di Makassar Laporkan Istri Diduga Jual Tiga Anak dan Keponakan
Gubernur DKI Ingatkan Perantau: Bekali Kemampuan Kerja, Jangan Jadi Beban Sosial