Timnas Futsal Indonesia Takluk dari Iran Lewat Drama Adu Penalti di Final Piala Asia

- Minggu, 08 Februari 2026 | 00:30 WIB
Timnas Futsal Indonesia Takluk dari Iran Lewat Drama Adu Penalti di Final Piala Asia

Jakarta: Mimpi juara pupus sudah. Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti yang menegangkan, dengan skor akhir 4-5, di final Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan sengit yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (7/2) malam itu, terpaksa ditentukan dari titik putih setelah kedua tim bermain imbang 5-5 selama waktu normal dan perpanjangan waktu.

Jalannya laga? Benar-benar tak bisa ditebak. Seperti dilaporkan Antara, aksi saling serang dan balas gol mewarnai pertandingan dari menit pertama. Indonesia beberapa kali unggul, tapi Iran selalu punya jawaban. Mereka terus mengejar, tak pernah menyerah, hingga akhirnya pertaruhan penalti memutuskan segalanya.

Roller Coaster Emosi di Lapangan

Iran yang unggul cepat lewat Hossein Tayebi di menit ketiga, justru membuat Indonesia bangkit. Hanya dalam enam menit, skor berbalik! Reza Gunawan menyamakan kedudukan di menit ke-7, disusul Israr Megantara yang mencetak dua gol cepat beruntun di menit ke-8 dan ke-9. 3-1! Suasana Indonesia Arena meledak.

Iran berusaha membalas. Mereka sempat mencetak gol di menit ke-16, tapi wasit menganulirnya usai tim Indonesia meminta challenge. Replay jelas menunjukkan bola sudah keluar lebih dulu. Peluang lain mereka pun sirna setelah kiper Ahmad Habibie dengan gemilang menghalau tendangan penalti Salar Aghapour.

Namun begitu, tim berjuluk Team Melli itu tak kehabisan akal. Mahdi Karimi berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat eksekusi tendangan bebas yang apik di menit ke-18. Skor itu bertahan hingga jeda.

Kejar-kejaran yang Tak Kunjung Usai

Babak kedua langsung dihantam gol. Saeid Ahmad Abbasi menyamakan kedudukan untuk Iran di menit ke-23. Tapi, belum satu menit berlalu, Samuel Eko sudah menggetarkan jala Iran lagi. 4-3 untuk Indonesia!

Menjelang akhir waktu normal, Iran memainkan kartu power play dengan menarik kipernya. Tekanan gila-gilaan itu membuahkan hasil. Di menit ke-37, lagi-lagi Mahdi Karimi, menyamakan skor menjadi 4-4. Laga pun masuk perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, Israr Megantara seolah hendak menjadi pahlawan dengan mencetak hattrick-nya di menit ke-49. 5-4! Sayangnya, euforia itu singkat. Iran, yang masih bermain power play, langsung membalas melalui Salar Aghapour di menit yang sama. 5-5. Semua harus berakhir di titik penalti.

Adu penalti berjalan mencekam. Kiper Muhammad Nizar bahkan sukses menepis tendangan pertama Iran. Tapi, nasib berkata lain. Dua eksekutor Indonesia, Dewa Rizki dan Israr Megantara, gagal mengeksekusi dengan baik. Iran, dengan mental juara, menjalankan sisa tendangan mereka dengan sempurna. 5-4.

Kekalahan yang Tetap Membanggakan

Ya, gelar juara memang lepas. Tapi prestasi Timnas Futsal Indonesia sebagai runner-up Asia adalah pencapaian sejarah. Mereka memecahkan rekor dengan melangkah ke final untuk pertama kalinya, setelah menaklukkan raksasa seperti Korea Selatan dan Jepang.

Di sisi lain, kekalahan dari Iran bukanlah hal yang memalukan. Tim Timur Tengah itu adalah raksasa sejati futsal Asia. Gelar tahun ini adalah yang ke-14 bagi mereka. Mereka memang jagonya.

Malam itu, Indonesia kalah. Tapi mereka pulang dengan kepala tetap tegak. Perjalanan luar biasa ini telah memberi kebanggaan baru, dan mungkin, fondasi untuk mimpi yang lebih besar lain kali.

(KAH)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar