BMKG Umumkan Jadwal Lengkap Operasi Modifikasi Cuaca 2025 untuk Cegah Bencana

- Selasa, 11 November 2025 | 15:24 WIB
BMKG Umumkan Jadwal Lengkap Operasi Modifikasi Cuaca 2025 untuk Cegah Bencana

BMKG Umumkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2025 untuk Antisipasi Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memaparkan jadwal lengkap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dijalankan sepanjang tahun 2025. Program ini dirancang untuk mengatasi dua tantangan utama: cuaca ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Operasi Modifikasi Cuaca dengan Pendanaan BMKG

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dua operasi utama akan didanai sepenuhnya oleh anggaran internal BMKG. Berikut adalah daftar operasi tersebut:

  1. OMC Aksi Dini Hidrometeorologi Ekstrem di Sumatera Barat: Akan berlangsung selama 8 hari, dari tanggal 21 hingga 28 Januari 2025.
  2. OMC Pengendalian Karhutla di Geopark Kaldera Danau Toba: Dilaksanakan selama 9 hari, pada periode 26 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Operasi Modifikasi Cuaca Melalui Kerja Sama Lembaga

Selain pendanaan internal, BMKG juga aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dan pihak swasta. Kerja sama ini mencakup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD DKI Jakarta, dan sejumlah perusahaan perkebunan.

Berikut adalah rincian operasi modifikasi cuaca dalam bentuk kerja sama yang telah direncanakan:

  • OMC Pencegahan Karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan (10-19 Agustus 2025).
  • OMC Pencegahan Karhutla di Riau (10-19 Agustus 2025).
  • OMC Pengendalian Karhutla di Kalimantan Selatan (13-22 Agustus 2025).
  • OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem di DKI Jakarta (17-21 Agustus 2025).

Kolaborasi Intensif dengan BNPB

Faisal menekankan bahwa sebagian besar kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca tahun 2025 dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meskipun pendanaan operasi berasal dari BNPB, peran supervisi teknis dan pelaksanaan sepenuhnya berada di bawah BMKG.

Dari total 238 hari operasi yang direncanakan, sekitar 60 hari di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan BNPB. Hal ini menunjukkan komitmen kuat kedua lembaga dalam memitigasi risiko bencana yang dipicu oleh kondisi cuaca di Indonesia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar