MUI Serukan Gotong Royong dan Luncurkan Aksi Nyata Tangani Bencana

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:40 WIB
MUI Serukan Gotong Royong dan Luncurkan Aksi Nyata Tangani Bencana

Di Masjid Istiqlal yang megah, Sabtu (7/2) lalu, suara seruan untuk bergotong royong menanggulangi bencana kembali menggema. Nusron Wahid, Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, dengan tegas menyatakan bahwa beban ini bukan hanya di pundak pemerintah. Tanggung jawab itu, kata dia, adalah milik bersama.

"Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab mengatasi bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk Majelis Ulama Indonesia," ujar Nusron dalam sambutannya pada acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI.

Ia menekankan, acara munajat yang digelar bukan sekadar ritual seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk merajut kembali kebersamaan dan kepedulian. Apalagi, belakangan ini musibah seolah tak henti menyambangi negeri. Banjir bandang dan tanah longsor, misalnya, telah melanda sejumlah titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Maka, melalui forum itu, MUI mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memanjatkan doa. Doa untuk keselamatan para korban, juga untuk bangsa ini yang sedang diuji.

"Kita kumpulkan doa dan pengharapan demi keselamatan negara kita Indonesia, di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai musibah," tuturnya.

Namun begitu, langkah yang diambil tidak berhenti pada doa semata. Ada aksi konkret yang disiapkan. Panitia telah menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk tiga masjid yang rusak terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Tak kalah penting, donasi juga dikumpulkan untuk perbaikan rumah sekitar 500 guru ngaji dan marbot masjid yang terdampak.

Nusron menambahkan, semua upaya ini intinya satu: agar kehadiran MUI dan organisasi keagamaan Islam lainnya benar-benar terasa manfaatnya bagi umat. Bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata di lapangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar