MUI Rehabilitasi Tiga Masjid dan 500 Rumah Korban Banjir Bandang

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:55 WIB
MUI Rehabilitasi Tiga Masjid dan 500 Rumah Korban Banjir Bandang

MURIANETWORK.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan merehabilitasi sejumlah masjid dan ratusan rumah yang rusak akibat banjir bandang di tiga provinsi. Program revitalisasi ini dibiayai dari donasi yang berhasil dihimpun oleh lembaga tersebut, dengan fokus pada bantuan untuk guru ngaji dan marbut masjid sebagai penerima manfaat.

Penyerahan Bantuan Diumumkan dalam Acara Ta'aruf

Pengumuman resmi mengenai rencana bantuan ini disampaikan oleh Nusron Wahid, Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana. Ia menyampaikannya dalam acara pengukuhan dan ta'aruf pengurus MUI periode 2025-2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, dana yang terkumpul berasal dari sumbangan yang dihimpun oleh panitia acara tersebut.

"Alhamdulillah, panitia telah melakukan kerja bakti, dalam hal ini nanti kita akan menyerahkan rehabilitasi masjid satu masjid di Aceh satu masjid di Sumatera Utara dan satu masjid di Sumatera Barat, yang itu adalah korban bencana," jelas Nusron dalam sambutannya.

Ratusan Rumah Guru Ngaji dan Marbut Masjid Juga Dibenahi

Selain memulihkan tempat ibadah, program bantuan MUI juga memiliki cakupan yang lebih luas. Nusron menyebutkan bahwa donasi yang terkumpul juga akan dialokasikan untuk merevitalisasi tempat tinggal para pengabdi masyarakat.

"Selanjutnya, Majelis Ulama Indonesia juga alhamdulillah sudah mengumpulkan donasi yang disumbangkan dan terkumpul untuk membiayai rehabilitasi rumah sebanyak 500 rumah untuk guru ngaji dan marbut masjid di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara dan di Provinsi Sumatera Barat," tuturnya.

Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Kemanfaatan Umat

Inisiatif ini, menurut Nusron, merupakan bagian dari komitmen MUI untuk memberikan kemanfaatan nyata bagi umat. Dalam konteks penanggulangan dampak bencana, ia menekankan bahwa tanggung jawab tersebut merupakan kewajiban kolektif, tidak hanya berada di pundak pemerintah.

"Tanggung jawab mengatasi bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita semua termasuk Majelis Ulama Indonesia," imbuhnya.

Langkah konkret ini menunjukkan upaya lembaga keagamaan untuk turut serta dalam pemulihan pascabencana, dengan memprioritaskan pemulihan infrastruktur sosial dan keagamaan yang vital bagi komunitas setempat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar