Jalan Kertanegara Nomor 4 di Jakarta Selatan tampak ramai Jumat sore itu. Sekitar pukul tujuh kurang enam menit, mobil Presiden sekaligus Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akhirnya tiba di depan kediaman pribadinya. Suara yel-yel dari para kader yang sudah menunggu langsung memecah suasana, menyambut kedatangan sang ketua umum.
Prabowo tak berlama-lama di luar. Setelah melambaikan tangan, ia langsung masuk ke dalam rumah. Para kader yang berkumpul pun berduyun-duyun menyusul. Acara syukuran HUT ke-18 Gerindra, yang digelar sederhana di rumah dinasnya, segera dimulai.
Udara di dalam tentu saja berbeda. Hadir dalam acara itu sejumlah wajah-wajah penting. Mulai dari Ketua Harian Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, sampai Mensesneg Prasetyo Hadi. Tak ketinggalan, Habiburokhman, Ahmad Riza Patria, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga terlihat. Menteri Maruarar Sirait, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, serta Asisten Khusus Diragayuza Setiawan turut memadati acara sederhana itu.
Lantas, kenapa acara ulang tahun partai sebesar Gerindra cuma digelar di rumah pribadi? Sekjen partai, Sugiono, punya penjelasannya.
Menurut dia, situasi di sejumlah daerah yang sedang berduka dan pulih dari bencana menjadi pertimbangan utama. "Kita belum sepenuhnya... masih ada beberapa rekan-rekan kita, saudara-saudara kita di beberapa tempat yang masih ditimpa bencana, masih berduka," ujar Sugiono.
Alasannya jelas. Mereka ingin acaranya simpel dan tidak berlebihan.
Di sisi lain, DPP Gerindra sebenarnya sudah mengarahkan pengurus wilayah untuk mengadakan kegiatan di daerah masing-masing. Arahan utamanya adalah kegiatan sosial.
"Arahannya kemarin saya sampaikan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial, ya. Tapi nanti mungkin ada arahan lebih lanjut apa yang harus dilakukan," tutur Sugiono menambahkan.
Jadi, meski perayaannya intim di Kertanegara, semangatnya justru diharapkan merambah ke berbagai daerah lewat aksi-aksi nyata.
Artikel Terkait
Pemerintah Terbitkan PP Penertiban Tanah Telantar, Ancaman Pengambilalihan untuk Pemilik Lahan Mangkrak
Gempa 6,2 Magnitudo di Pacitan Tewaskan Satu Warga
KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap Bea Cukai, Temukan Safe House Penimbunan
Ibu Hamil 19 Tahun Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Lebong