Merespons temuan ini, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara tegas menyatakan bahwa gajah tersebut dibunuh dengan sengaja. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah kuliah umum di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, pada Jumat (6/2).
“Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Irjen Herry.
Ia mengungkapkan bahwa penyelidikan sudah diluncurkan dengan melibatkan tim gabungan dari Polisi Kehutanan dan BKSDA. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
“Kemarin kita sudah melakukan olah TKP bersama Polisi Kehutanan dan BKSDA,” imbuhnya.
Ancaman terhadap Warisan Alam dan Ekosistem
Kapolda yang dikenal vokal dalam isu pelestarian alam ini menekankan betapa seriusnya dampak dari kejahatan ini. Membunuh satwa langka dan dilindungi seperti Gajah Sumatera bukan hanya tindak pidana, tetapi juga sebuah pukulan telak bagi keseimbangan ekosistem hutan Riau. Setiap individu gajah yang hilang merupakan erosi terhadap warisan keanekaragaman hayati yang tak tergantikan.
Herry Heryawan juga mengimbau semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan yang beroperasi di dekat habitat satwa, untuk menghindari tindakan anarkis jika terjadi konflik. Penegakan hukum akan berjalan beriringan dengan upaya sosialisasi untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. Kasus ini menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan satwa endemik di tengah tekanan yang terus membayangi habitat alami mereka.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup