MURIANETWORK.COM - Sebanyak 776 praja dan pendamping dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diberangkatkan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pelepasan gelombang kedua ini dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). Para peserta akan bertugas selama satu bulan penuh, mulai 6 Februari hingga 6 Maret 2026, untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Sinergi dalam Penanganan Bencana
Penugasan ini tidak berlangsung dalam ruang hampa. Ia merupakan bagian dari upaya besar yang dikoordinasikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang saat ini bertindak sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Wiyagus menegaskan bahwa kehadiran para praja adalah wujud nyata dari komitmen kementerian dalam pemulihan daerah terdampak.
"Dan kehadiran praja setelah ini juga bagian dari apa yang sedang dipimpin oleh Bapak Mendagri," jelas Wiyagus.
Implementasi Ilmu Langsung di Lapangan
Momen ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan laboratorium kepemerintahan yang sesungguhnya. Wiyagus berpesan agar para praja dapat menerapkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai kepemimpinan yang telah dipelajari di kampus secara langsung di tengah masyarakat. Sebelumnya, Menteri Tito juga kerap menegaskan bahwa pengalaman di Aceh Tamiang akan menjadi pelajaran berharga bagi pembentukan karakter para calon pemimpin daerah ini.
Efektivitas kontribusi praja IPDN gelombang sebelumnya ternyata meninggalkan kesan mendalam. Wiyagus mengungkapkan bahwa ia mendapat kabar langsung dari Bupati Aceh Tamiang yang menyampaikan apresiasi tinggi.
"Bupati mengatakan sungguh sangat terbantu dan sangat luar biasa. Etos kerja yang ditunjukkan oleh para praja ini benar-benar memberikan motivasi bukan hanya kepada bupati, tapi kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang," sambungnya.
Peran Strategis dalam Pemulihan Layanan
Secara lebih rinci, peran yang akan dijalankan para praja dan ASN pendamping difokuskan pada dua hal utama: mendorong pemulihan layanan publik dan penguatan kapasitas administrasi pemerintahan di tingkat daerah. Mereka diharapkan dapat berkontribusi nyata, mulai dari perbaikan fasilitas publik hingga pendampingan teknis administrasi, yang semuanya bertujuan untuk mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat.
Menutup arahan, Wiyagus kembali menekankan pentingnya integritas dan sikap selama bertugas di lapangan.
"Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh praja senantiasa menjunjung tinggi disiplin, kemudian loyalitas, dan etika kepamongprajaan. Jaga sikap, jaga perilaku, serta jadilah teladan di tengah masyarakat," pungkas Wiyagus.
Prosesi pelepasan yang berlangsung dengan khidmat itu juga dihadiri oleh Rektor IPDN Halilul Khairi beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya di lingkungan institut, menandakan keseriusan dan dukungan penuh dari pimpinan kampus terhadap misi kemanusiaan dan edukatif ini.
Artikel Terkait
Warga Bandung Terluka Tangan Usai Hadang Macan Tutul untuk Lindungi Anak-anak
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Impor Barang Palsu, Sita Barang Bukti Rp40,5 Miliar
KPK Tangkap Lima Tersangka Suap Impor, Satu Buron dan Puluhan Miliar Diamankan
Kepala KPP Banjarmasin Ditahan KPK Usai OTT, Akui Terima Janji Suap