Permintaan Iran ternyata tak cuma soal tempat. Mereka juga ingin format perundingan diubah total. Ruang lingkupnya minta dipersempit jadi negosiasi dua arah yang cuma bahas isu nuklir. Apa alasan persisnya? Itu masih jadi tanda tanya besar.
Seorang diplomat regional yang mengetahui detil tuntutan itu mencoba menjelaskan.
"Mereka ingin mengubah formatnya, mereka ingin mengubah cakupannya," katanya.
"Intinya, mereka cuma mau bahas masalah nuklir dengan Amerika. Sementara pihak AS punya agenda lebih luas, ingin memasukkan isu rudal balistik dan aktivitas proksi Iran di kawasan," sebut diplomat tersebut.
Jadi, meski lokasi sudah disepakati, perbedaan mendasar soal apa yang akan dibicarakan justru menjadi tantangan sesungguhnya. Pertemuan di Oman nanti, jika jadi, hanya akan jadi babak awal dari sebuah proses yang dipastikan tak akan mudah.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji WFH, Arahan Langsung dari Presiden Prabowo
Umat Muslim Iran Jalankan Salat Idulfitri di Tengah Situasi Perang
Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak
Pelatih Kaledonia Baru Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Perebutan Tiket Piala Dunia 2026