Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya bakal digelar di Istanbul, mendadak berubah arah. Menurut kabar yang beredar, Washington ternyata mengabulkan permintaan Teheran untuk memindahkan lokasi pertemuan itu. Dan tempatnya? Oman.
Laporan ini pertama kali muncul dari Barak Ravid, reporter media Axios. Ia mengutip sejumlah sumber Arab, dan kemudian dirilis juga oleh Reuters pada Rabu, 4 Februari 2026. Intinya, pemerintahan Presiden Donald Trump setuju saja dengan usulan perubahan lokasi itu.
Jadwalnya pun tampak dipercepat. Kalau tak ada aral melintang, pertemuan dua negara yang kerap bersitegang ini akan langsung digelar di Oman pada Jumat, 6 Februari. Cukup mendadak, memang.
Namun begitu, rupanya masih ada hal lain yang belum final. Ravid menambahkan, masih ada negosiasi alot soal keikutsertaan negara-negara Arab dan Muslim lain dari kawasan tersebut. Masih belum jelas apakah mereka akan ikut serta dalam pembicaraan di Oman nanti atau tidak.
Sebenarnya, isu pemindahan tempat ini sudah mencuat sehari sebelumnya. Seorang sumber regional, pada Selasa (3/2), sudah membocorkan bahwa Iran punya permintaan khusus. Teheran ogah lagi di Turki; mereka ingin Oman menjadi tuan rumah.
Artikel Terkait
Dorong Kendaraan Listrik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru: Insentif Menggiurkan hingga Denda Menanti
Pemerintah Godok Insentif Pajak untuk Pacu Industri Baterai Kendaraan Listrik Lokal
Pemerintah Godok Aturan Impor Mobil Listrik, Insentif PPnBM Nol Persen Dilanjutkan
Dari Lumbung Purba ke Pangkuan Kita: Kisah Persekutuan Abadi Kucing dan Manusia