ucapnya lagi.
Apresiasi juga datang dari pihak pelaksana di lapangan. Syafriwal, Project Manager Huntara dari Nindya Karya, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Andre Rosiade.
"InsyaAllah pembangunan segera tuntas dan bisa langsung dihuni warga,"
kata Syafriwal.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, memberikan penjelasan lebih rinci. Untuk kabupatennya, usulan huntara dan huntap masing-masing berjumlah 140 unit. Dari 66 unit huntara yang diusulkan, realisasinya baru sekitar 40 persen. Itu sebabnya, 28 unit yang selesai di Guguak Malalo tadi adalah kabar yang menggembirakan.
Selain di Guguak Malalo, proses pembangunan juga berjalan di Bungo Tanjuang dan Sumpur yang ditangani BNPB. Tapi, kebutuhan hunian tetap masih besar. Pemerintah daerah mencatat, masih diperlukan sekitar 385 unit huntap untuk warga terdampak di seluruh Tanah Datar.
Masa transisi ini tentu tidak mudah. Sebagian warga masih menumpang di rumah saudara, sebagian lagi mengandalkan Dana Tunggu Hunian. Situasinya memang belum ideal.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tanah Datar, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade, BP BUMN, Danantara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pemulihan pascabencana,"
tutup Ahmad Fadly, mengakhiri pembicaraan.
Artikel Terkait
Prabowo Tutup Keran Ekspor Jelantah, Fokus Sawit untuk Kedaulatan Energi
Prabowo Ingatkan Konsekuensi Pahit di Balik Pilihan Nonblok Indonesia
Manuver Salip dari Bahu Kiri Berujung Kobaran Api di Jagorawi
DLH DKI Bantah Isu Pemadaman Alat Pantau Udara di Rorotan