Malam Jumat kemarin, Presiden Prabowo Subianto ternyata menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh yang selama ini kerap disebut sebagai oposisi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam sebuah kesempatan terpisah.
Sjafrie bicara di hadapan anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang sedang mengikuti retreat. Lokasinya di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor. Menurutnya, pertemuan antara presiden dan para tokoh nasional itu membahas hal-hal yang sangat fundamental: kepentingan negara.
Inti pembahasannya sederhana tapi berat: bagaimana negara ini seharusnya dikelola dengan baik oleh semua pihak. Sjafrie terang-terangan menyayangkan banyaknya oknum yang justru membuat kondisi negara tidak menguntungkan. Mulai dari pemanfaatan sumber daya alam yang amburadul sampai perputaran keuangan yang bermasalah.
Ia menyoroti pihak swasta yang seenaknya melanggar regulasi demi keuntungan pribadi. Tak hanya itu, isu kebocoran anggaran negara juga mencuat dalam paparannya.
Sjafrie mengakui, bisa saja ada oknum di dalam pemerintah sendiri yang turut andil dalam kerugian negara itu. Karena itulah, Prabowo dikatakannya ingin mengajak semua elemen, termasuk mereka yang selama ini berseberangan, untuk bersama-sama membenahi keadaan.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang