Gelombang Mundur di OJK: Ketua Dewan Komisioner dan Dua Pejabat Kunci Serahkan Jabatan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 20:50 WIB
Gelombang Mundur di OJK: Ketua Dewan Komisioner dan Dua Pejabat Kunci Serahkan Jabatan

Gelombang pengunduran diri terjadi di tubuh Otoritas Jasa Keuangan. Tak tanggung-tanggung, yang mundur adalah sejumlah pejabat puncak. Langkah ini mereka sebut sebagai wujud tanggung jawab moral, sekaligus dukungan untuk upaya pemulihan yang sedang berjalan.

Dalam pernyataan resminya Jumat (30/1/2026), OJK mengonfirmasi hal itu.

"Pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan," begitu bunyi keterangan tertulis lembaga itu.

Nama-nama yang mengajukan mundur cukup mengejutkan. Ada Mahendra Siregar, sang Ketua Dewan Komisioner OJK. Lalu, Inarno Djajadi yang mengepalai Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK). Tak ketinggalan, Deputi Komisioner Aditya Jayaantara juga ikut mengundurkan diri.

Semua proses pengunduran diri ini, menurut OJK, sudah diajukan secara resmi dan mengikuti aturan main yang berlaku. Selanjutnya, mekanisme formal akan dijalankan berdasarkan UU OJK dan UU P2SK. Intinya, semua prosedur dijalankan sesuai koridor hukum.

Di tengah situasi ini, OJK berusaha menenangkan. Mereka menegaskan bahwa operasional lembaga tidak akan terganggu. Tugas mengatur, mengawasi, dan menjaga stabilitas sektor keuangan nasional tetap berjalan seperti biasa. Stabilitas, kata mereka, adalah yang utama.

Lantas, siapa yang akan menjalankan tugas para pejabat yang mundur? Untuk sementara, beban kerja akan diambil alih sesuai ketentuan tata kelola yang ada. Tujuannya jelas: memastikan kebijakan, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat maupun industri tidak ada yang terhenti.

Di sisi lain, OJK juga menyampaikan komitmennya.

"OJK berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri jasa keuangan melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap proses kelembagaan," tulis pernyataan itu lagi.

Nuansa yang terasa adalah upaya untuk menjaga kendali. Perubahan di level pimpinan ini, bagaimanapun, menandai sebuah babak baru bagi OJK. Bagaimana langkah selanjutnya, tentu menjadi perhatian banyak pihak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar