Lantas, menu apa yang mereka makan? Hidangannya terlihat biasa saja, bahkan bergizi: nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, ditambah sayur taoge, labu, sawi hijau, dan buah semangka sebagai penutup. Semua makanan itu disiapkan oleh dapur MBG atau SPPG yang berlokasi di Kuwus Barat.
Kabarnya, sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang. Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, masih ada dua orang yang harus tinggal lebih lama di puskesmas untuk pemulihan.
Di sisi lain, tim surveilans Dinkes setempat sudah bergerak cepat. Mereka mengambil sampel makanan yang diduga menjadi biang keladi. Sayangnya, hasil uji laboratorium untuk sampel-sampel itu belum keluar. Adrianus berjanji akan mengumumkannya begitu proses pemeriksaan selesai.
Kejadian ini pastinya menjadi perhatian serius. Program yang bertujuan baik justru berujung pada ratusan siswa yang harus berurusan dengan layanan kesehatan.
Artikel Terkait
Polisi Perketat Pengamanan Pasca Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Terluka
Lebih dari 140 Juta Orang Diprediksi Mudik, 76 Juta Gunakan Kendaraan Pribadi
Kecelakaan dan Truk Patah Picu Macet Parah di Jalur Palembang-Jambi Saat Mudik