Lantas, menu apa yang mereka makan? Hidangannya terlihat biasa saja, bahkan bergizi: nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, ditambah sayur taoge, labu, sawi hijau, dan buah semangka sebagai penutup. Semua makanan itu disiapkan oleh dapur MBG atau SPPG yang berlokasi di Kuwus Barat.
Kabarnya, sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang. Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, masih ada dua orang yang harus tinggal lebih lama di puskesmas untuk pemulihan.
Di sisi lain, tim surveilans Dinkes setempat sudah bergerak cepat. Mereka mengambil sampel makanan yang diduga menjadi biang keladi. Sayangnya, hasil uji laboratorium untuk sampel-sampel itu belum keluar. Adrianus berjanji akan mengumumkannya begitu proses pemeriksaan selesai.
Kejadian ini pastinya menjadi perhatian serius. Program yang bertujuan baik justru berujung pada ratusan siswa yang harus berurusan dengan layanan kesehatan.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Kematian Selebgram Lula Lahfah Murni Akibat Gagal Napas
Dari Balik Jeruji, Telur Asin La New City Lahirkan Harapan Baru
Anak Tiri Putra Mahkota Norwegia Hadapi Sidang Perkosaan dan Narkoba
Bali Siapkan Panggung Global untuk Ekonomi Biru di 2026