Rapat paripurna DPR, Selasa (27/1) lalu, akhirnya mengukuhkan Adies Kadir sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi. Keputusan itu diambil dalam rapat ke-12 masa persidangan III, digelar di Gedung Nusantara II, Senayan, dan dipimpin langsung oleh Wakal Ketua DPR Saan Mustopa.
Namun begitu, jalan menuju keputusan ini ternyata tak sepenuhnya mulus. Sebelumnya, DPR sebenarnya sudah menyetujui nama Inosentius Samsul untuk mengisi posisi hakim konstitusi yang ditinggalkan Arief Hidayat. Lantas, dari mana munculnya nama Adies Kadir?
Usulan itu datang dari Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. Politikus dari partai Gerindra itu yang mengajukan nama Adies sebagai calon dari parlemen.
Soal rekam jejak Adies yang sempat berurusan dengan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Habiburokhman angkat bicara. Ia membela koleganya dari partai Golkar itu.
"Dinonaktifkan karena apa? Karena salah bicara, kan? Salah bicara masa dianggap pelanggaran? Kan nggak. Sudah ada putusan MKD juga kok," tegas Habiburokhman di Senayan.
"Orang dia nggak terbukti melanggar, kok. Coba bayangkan, itu cuma masalah hitung-hitungan. Anda anggap bermasalah, gimana? Dia nggak menyakiti siapa-siapa, nggak merugikan siapapun," lanjutnya.
Di sisi lain, Habiburokhman juga meyakini kapabilitas Adies. Menurutnya, Adies punya kemampuan yang mumpuni untuk duduk di kursi hakim konstitusi. Pergantian dari Inosentius Samsul pun disebutnya karena hal teknis.
"Karena Pak Inosentius Samsul dapat penugasan lain, ya harus ada calon baru. Soalnya, posisi hakim MK itu akan lowong tanggal 3 Februari besok," jelasnya.
Dengan langkahnya ke MK, Adies tentu harus meninggalkan kursinya di DPR. Posisinya nanti akan diisi oleh Bendahara Umum Golkar, Sari Yuliati. Saat ini, Adies disebut sedang dalam proses melepas segala jabatannya di parlemen dan partai.
Nah, ini yang jadi pertanyaan. Lepasnya Adies dari partai politik, apakah justru akan membuatnya lebih leluasa dan independen dalam menjalankan tugas barunya nanti? Kita tunggu saja analisis dari pakar, seperti Prof. Juanda, ahli hukum tata negara.
Sementara itu, perhatian juga tertuju ke Cisarua, Jawa Barat. Hingga hari keempat pasca-bencana, proses evakuasi korban longsor masih terus berjalan. Relawan dan tim SAR masih berjibaku menyisir lokasi, meski dihantui cuaca buruk dan ancaman longsor susulan. Bagaimana perkembangan identifikasi korban? Ikuti laporannya.
Tak ketinggalan, di penghujung sore nanti, ada bahasan ringan tapi penting: tips mengelola tabungan. Di era informasi yang serba mudah ini, kenapa ya menabung masih terasa sulit bagi sebagian orang? Akan ada diskusi menarik untuk menjawabnya.
Semua topik hangat ini bisa kamu ikuti dalam detikSore, siaran langsung Senin hingga Jumat, pukul 15.30 sampai 18.00 WIB. Jangan lupa, ada juga analisis pergerakan IHSG jelang penutupan pasar. Sampaikan pendapatmu lewat kolom chat yang tersedia.
Seperti biasa, detikSore hadir dengan tagline-nya: "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi