Atap Ambruk di Bogor, Satu Keluarga Mengungsi Usai Hujan Deras

- Selasa, 27 Januari 2026 | 17:45 WIB
Atap Ambruk di Bogor, Satu Keluarga Mengungsi Usai Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor siang tadi ternyata membawa musibah. Di kawasan Bantarjati, sebuah rumah warga tak kuasa menahan beban. Atapnya ambruk, menyisakan kerusakan parah dan memaksa satu keluarga untuk mengungsi.

Menurut Dimas Tiko dari BPBD Kota Bogor, kejadian ini berlangsung sekitar pukul satu siang. Penyebabnya jelas: hujan yang tak henti-henti dan kondisi bangunan yang memang sudah uzur.

"Satu unit rumah ambruk dikarenakan hujan yang terus-menerus dan bangunan merupakan bangunan lama, serta kayu-kayu atap sudah keropos," jelasnya.

Ruang yang paling parah terdampak adalah dapur dan sebuah kamar. Kayu penyangga atap di sana patah dan lapuk, sehingga tak lagi mampu menopang beban.

"Kayu kuda-kuda patah dan keropos, sehingga atap bagian dapur dan atap bagian kamar menjadi ambruk," tambah Dimas.

Tim tanggap darurat langsung bergerak cepat. Mereka mendokumentasikan kerusakan, berkoordinasi, lalu membersihkan puing-puing atap yang berantakan. Sebagai langkah sementara, mereka memasang terpal untuk menutupi bagian yang bocor.

Namun begitu, ini bukan solusi permanen. Dimas menegaskan perlunya tindak lanjut dari dinas terkait. Kekhawatiran utamanya adalah kerusakan bisa meluas. Bayangkan saja, kayu-kayu lain di rumah itu juga sudah rapuh, sementara atap asbesnya terlihat miring dan tak stabil.

"Kondisi rumah tidak layak huni, kayu-kayu keseluruhan pun dikhawatirkan ambruk, karena sudah pada rapuh," ujarnya.

Untungnya, tak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Keluarga pemilik rumah memilih untuk menyelamatkan diri. Sebagian ada yang bertahan di kamar depan yang masih tersisa, sementara lainnya mengungsi ke rumah anak mereka. Mereka enggan tinggal di tempat yang sama, waswas jika bencana susulan terjadi.

Rumah itu kini sepi, hanya menyisakan kenangan dan kayu-kayu yang keropos. Menunggu perbaikan yang tak tahu kapan datangnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar