Markas besar UNRWA di Yerusalem Timur dilalap api. Badan PBB untuk pengungsi Palestina itu menyebut, gedung yang sebelumnya sudah diserbu dan dirusak oleh otoritas Israel itu kini dibakar. Kejadian ini menambah panjang daftar ketegangan antara Israel dengan lembaga bantuan utama untuk warga Palestina.
Menurut pernyataan resmi UNRWA pada Minggu (25/1) waktu setempat, kebakaran ini digambarkan sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menggerus status pengungsi Palestina. Mereka tak memberikan rincian lebih jauh soal apa yang memicu kobaran api itu.
“Setelah diserbu dan dihancurkan oleh otoritas Israel, Markas Besar UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki kini dibakar,” begitu bunyi pernyataan mereka, keras.
Di sisi lain, dinas pemadam setempat melaporkan mendapat panggilan pada Minggu pagi. Petugas bergegas ke lokasi dan berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke area sekitarnya. Sayangnya, penyebab pastinya masih gelap. Tidak ada penjelasan resmi dari pihak berwenang Israel mengenai sumber api.
Insiden kebakaran ini terjadi tidak lama setelah markas itu disita dan dihancurkan oleh Israel pekan lalu. Latar belakangnya adalah keputusan Israel tahun 2025 yang melarang operasi UNRWA di wilayahnya. Tindakan itu langsung kecam keras oleh PBB.
UNRWA sendiri bersikukuh. Mereka menegaskan bahwa properti mereka tetap dilindungi oleh hak istimewa dan kekebalan yang melekat pada fasilitas PBB di mana pun. Pandangan ini mereka ulangi dalam pernyataan terbaru di tengah hangatnya puing-puing yang tersisa.
Jonathan Fowler, juru bicara UNRWA, menegaskan hal itu kepada AFP. Suaranya jelas: “Seperti negara anggota PBB mana pun di dunia, tanpa kecuali, Israel secara hukum wajib melindungi dan menghormati fasilitas PBB.”
Nada tuntutannya tegas, mencerminkan kekecewaan yang mendalam. Situasinya memang rumit. Di satu sisi ada klaim kedaulatan, di sisi lain ada mandat kemanusiaan internasional yang sudah berjalan puluhan tahun. Dan di tengah semua itu, ada sebuah bangunan yang sekarang tinggal arang dan cerita.
Artikel Terkait
Wali Kota Kupang Lantik 170 Pejabat, Tekankan Sistem, Integritas, dan Inovasi Birokrasi
Menteri Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian, Anggota DPR: Bukan Solusi Tepat
Gubernur DIY Perintahkan Penutupan Daycare Ilegal Pasca Kasus Kekerasan di Little Aresha
Kepala Staf IDF Kecam Prajurit yang Kedapatan Menjarah Rumah Warga di Lebanon Selatan