Jenderal Andalan Xi Jinping Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS

- Senin, 26 Januari 2026 | 11:20 WIB
Jenderal Andalan Xi Jinping Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS
Artikel Ditulis Ulang

Seorang jenderal papan atas China, Zhang Youxia, resmi dipecat. Tak cuma itu, pria 75 tahun itu kini juga menghadapi penyelidikan hukum. Otoritas menduga kuat dia terlibat kasus korupsi. Yang lebih mengejutkan, ada tuduhan bahwa Zhang membocorkan rahasia nuklir negara itu kepada CIA, badan intelijen Amerika Serikat.

Ini bukan langkah kecil. Zhang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu militer paling dipercaya oleh Presiden Xi Jinping. Pemberhentiannya menandai babak terbaru dari upaya pembersihan yang gencar dilakukan Xi di tubuh pimpinan militer senior.

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip New York Post, Senin lalu, data teknis inti soal senjata nuklir China diduga kuat bocor ke AS melalui Zhang. Informasi ini tentu saja sangat sensitif.

Posisi terakhir Zhang adalah Wakil Ketua pertama Komisi Militer Pusat, badan komando tertinggi di China. Namun, Sabtu lalu, statusnya berubah secara resmi menjadi tersangka yang diselidiki.

Media lokal China melaporkan, dia sudah ditahan oleh penyelidik korupsi militer sejak awal pekan lalu. Situasinya memang berubah cepat.

Yang menarik, Zhang tidak sendirian. Dia dipecat bersama Jenderal Liu Zhenli, mantan Kepala Staf Gabungan di komisi yang sama. Keduanya jatuh bersamaan.

Kementerian Pertahanan China, lewat Reuters, bersikap cukup singkat. Mereka hanya menyebut keduanya diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Rinciannya? Tidak dijelaskan.

Namun begitu, media pemerintah China lebih blak-blakan. Mereka menuduh Zhang dan Liu telah "mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis" dan "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang dipegang langsung oleh Xi Jinping. Tuduhan yang berat, tentu saja.

Menurut sejumlah saksi, Xi bahkan dikabarkan telah mengirim satuan tugas khusus ke Shenyang, di timur laut China. Itu adalah lokasi penugasan terakhir Zhang sebelum karir militarnya berakhir secara tiba-tiba.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar